Kopermas Apokatiri Mandiri Sejahtera Ipaya Diresmikan

Bagikan Bagikan
Foto Bersama Usai Peresmian Kopermas Apokatiri Mandiri Sejahtera
SAPA (TIMIKA) – Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, MH, meresmikan Koperasi Gerbang Emas (Kopermas), Apokatiri Mandiri Sejahtera Kampung Paripi serta melakukan peletakan batu pertama di lokasi pembangunan Koperasi di Kampung Ipiri, Distrik Amar, Senin (15/5). 

Peresmian koperasi dan peletakan pembangunan koperasi baru tersebut merupakan kelanjutan dari program Gerakan Kebangkitan Ekonomi Masyarakat Sejahtera (Gerbang Emas), yang diemban oleh Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif (Diskop EK) dan merupakan koperasi ke 15 setelah sebelumnya telah disebar di beberapa daerah pesisir lainnya di Mimika.

“Dengan adanya koperasi, maka kelapa, ikan, karaka dan hasil laut lainnya, ukiran, pahatan dan anyaman bisa di tampung koperasi dan selanjutnya koperasi akan menyalurkan ke pasaran yang ada di Kota Timika atau pun ke luar daerah,” kata Bupati Omaleng sebelum menggunting pita dan membuka tirai papan nama Kopermas Apokatiri Mandiri Sejahterah di Kampong Paripi.

Demikian juga ketika melakukan peletakan batu pertama di Kampung Ipiri, Bupati Omaleng mengatakan sangat bangga dengan semangat masyarakat Ipaya dalam menyambut seluruh program pemerintah pusat atau daerah. Hal itu dibuktikan dengan kebersamaan dalam menyambut kedatangan bupati dengan melibatkan seluruh masyarakat, baik anak kecil hingga orang tua.

Dijelaskan, semangat tersebut harus terus dipupuk untuk kelancaran pembanguan di wilayah tersebut, sebab Pemkab Mimika bukan hanya membangun koperasi,  tapi juga Puskesmas, kantor distrik, pelabuhan, Bandara dan tempat pariwisata.

“Saya tetap mengharapkan dukungan dari bapak dan ibu semua. Kalau kebersamaan kita tetap seperti ini, maka pembangunan kita akan lancar,” kata Bupati.

Sementara Kadiskop EK, Cherly Lumenta saat diwawancarai usai peresmian dan peletakan batu pertama menjelaskan, koparasi di Paripi merupakan koperasi ke 15, dari seluruh wilayah yang telah disebarkan, namun yang telah dioperasikan hanya 12 sebab ada tiga koperasi yang belum terjangkau yakni di pegunungan Hoya, Alama dan Jila. Hal itu disebabkan pada bulan November dan Desember lalu cuaca sangat buruk serta kesulitan mobilisasi pengangkutan barang-barang.

Sedangkan untuk koperasi yang baru dibangun di Iripi merupakan program lanjutan di 2017 yang kelak akan bersamaan dilakukan peresmiannya dengan koperasi yang berada di Arwanop , Akar, Mapar dan Kipia karena selama ini masih menggunakan tempat atau aset kampung.

“Yang di Arwanop , Akar, Mapar dan Kipia itu masih gunakan aset kampung, tetapi nanti tetap dibangun kantor khusus juga dan lokasi sendiri,” kata Cherly. 

Lanjut Cherly untuk wilayah timur Mimika yang mencakup Jita, Alama dan Fakafuku tahun ini masih dalam proses stimulant, namun untuk pendirian tempat usaha akan tetap dilaksanakan tahun ini.

Cherly berharap dengan adanya koperasi yang telah disebar disetiap distrik, bisa menjawab semua kebutuhan masyarakat dengan harga yang bisa terjangkau, serta bisa menjadi pasar bagi para nelayan untuk memasarkan hasil tangkapan dengan harga yang layak.

Sebab menurut dia, koperasi merupakan lembaga penguatan ekonomi melalui pemutaran peredaran prodak yang bisa diperjualbelikan serta hasilnya pun bisa dijadikan tambahan modal ekonomi masyarakat setempat.

“Ini sangat bagus untuk masyarakat, tentunya jika masyarakat yang memang benar-benar bersemangat dan mengerti, maka dia pun akan merasakan dampak keuntungannya,”ujarnya.

Sementara itu untuk keberhasilan dari seluruh kopermas yang telah berjalan, Cherly mengakui, semua kopermas yang telah dibangun tersebut diibaratkan anak-anak yang baru dilepas oleh orangtua untuk hidup mandiri, di mana kemandirian dalam prinsip ekonomi yang sedang dicanangkan tersebut bertujuan agar masyarakat bisa membangun jiwa kepemimpinan dalam kematangan untuk melakukan transaksi ekonomi.

Ia menambahkan, pihaknya pun telah menjalin kerja sama dengan Perikanan agar seluruh hasil produksi ikan dan hasil laut lainnya bisa diserapkan di Kopermas. 

“Intinya tinggal bagaimana masyarakat sendiri bisa menyambut program ini. Kalau memang hasil usaha mereka bisa dipasarkan melalui koperasi maka selanjutnya mereka tidak perlu pergi jauh-jauh untuk pasarkan,” katanya. (Acik N)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment