KPUD Mimika Didesak Agar Segera Laksanakan Pleno

Bagikan Bagikan
Pudinus Alom
SAPA (TIMIKA) - Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Mimika,Pudinus Alom, S.IP meminta kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Mimika untuk segera melaksanakan pleno penetapan. Hal ini dikarenakan, masyarakat sangat menunggu dan mengharapkan pembangunan dapat berjalan kembali.

"Masyarakat adat minta kepada KPUD, untuk melaksanakan pleno ulang. Karena masyarakat rindu pembangunan daerah ini," kata Pudinus kepada wartawan dibilangan Jalan Cendrawasih, Rabu (3/5).

Pudinus mengatakan, selama pleno belum dilaksanakan, maka semua aspek kehidupan, baik perekonomian maupun pemerintahan tidak bisa berjalan. Jika kondisinya terus demikian, maka masyarakat menjadi korban dari permasalahan ini. Karenanya, KPU yang juga sebagai bagian dari kabupaten ini juga harus berfikir untuk menyelamatkan daerah ini.

"Karena belum dilaksanakan pleno, maka pembahasan dan penetapan APBD belum jelas. Kondisi ini yang seharusnya menjadi bahan pertimbangan para elit politik. Dan harus lebih mengutamakan kepentingan rakyat,”tuturnya.

Kata dia, mewakili masyarakat adat, dirinya sangat menyesal dengan para elit politik. Karena hanya mementingkan kepentingan politik, namun tidak memperhatikan rakyatnya. 

"Seharusnya elit politik di daerah ini, bersatu membangun daerah. Bukan saling pertahankan egoisme, sehingga pelaksanaan pembangunan di daerah ini tidak jalan,”ujarnya.

Ia menambahkan, dari hal tersebut, dirinya berharap dan meminta, baik itu Bupati ataupun Anggota DPRD untuk terus berkoordinasi dengan KPUD, agar segera melakukan pleno. Agar keterlambatan yang ada ini bisa dijalankan dengan baik, mulai APBD, restrukturisasi, pelaksanaan pembangunan, dan lainnya.

"Mari semua pihak untuk membuka diri dan memahami kondisi daerah ini. Dan kalau perlu duduk bersama, mencari solusi yang terbaik. Sehingga roda pembangunan dan pemerintahan bisa berjalan normal,”ungkapnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment