LPJ Dana Desa Mimika 2016 Capai 90 Persen

Bagikan Bagikan
Michael R.Gomar
SAPA (TIMIKA) – Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) penggunaan Dana Desa Mimika 2016, saat ini sudah mencapai 90 persen. Hal ini dikatakan, Kepala Badan Pemberdayaan  Masyarakat (BPM) Michael Gomar saat diwawancarai di Kantor Sentra Pemerintahan, Jalan Cendrawasi Poros SP 3, Jumat (19/5).

Kata dia, berdasarkan koordinasi antara pihaknya dan Badan Pengolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Mimika menyebutkan bahwa, LPJ penggunaan Dana Desa 2016 lalu sudah mencapai 80 hingga 90 persen.

Bahkan menurutnya, hasil terakhir setelah berkoordinasi bersama BPKAD menunjukan pencapaiannya pengajuan LPJ dana desa cukup baik, dan telah melalui verifikasi oleh BPKAD  dan telah diserahkan ke Bupati.

"Setiap pengajuan permohonan permintaan dana desa tahap pertama  dan kedua selalu dilakukan verifikasi terhadap program-program yang sudah ada dalam APBK. Kemudian kepala kampung sampaikan permintaan dana ke keuangan,"tuturnya.

Diakui, usai dilakukan penyaluran dana desa, BPM selalu melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap seluruh program kegiatan yang dilaksanakan di 133 kampung. Namun terkait bukti-bukti penggunaan Dana Desa hingga pelaksanaan kegiatan dibuktikan melalui LPJ, yang disampaikan oleh setiap kepala kampung kepada Bupati melalui BPKAD.

"Kalau pendampingan itu selalu dan selalu kami lakukan termasuk pengawasan terhadap apa yang dipergunakan. Untuk laporan yang lebih tahu jelas itu di bagian keuangan,” ujar Gomar.

Dijelaskan, sasaran penggunaan Dana Desa yang sesuai dengan amanat Undang-undang Permendes Nomor 22 tahun  2017 diprioritaskan hanya untuk dua bidang yakni, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Sedangkan program unggulan seperti Bungdes, rembuk desa, pertanian dan perikanan harus dilaksanakan.

"Dari dua program prioritas itu juga dijabarkan program unggulan apa saja. Misalnya bidang pembangunan seperti infrastruktur desa darat dan sungai. Begitu juga dengan pemberdayaan masyarakat,"ungkapnya.


Kata Gomar, sejauh ini penggunaan Dana Desa berjalan dengan baik, meski ada beberapa program unggulan yang tidak dilaksanakan di semua kampung. Hal ini dikarenakan, 2015 ada stimulan dana Bundes yang disalurkan kepada kampung-kampung dan sebagian kampung saja yang bisa berjalan dalam bentuk kepengurusan dan tempat usaha. Namun  untuk hasil pelaksanaa operasionalnya hingga saat ini juga belum ada laporannya.

" Waktu itu kan dikoordinir sendiri oleh pemerintahan kampung, jadi kami juga tidak dapat informasinya hingga saat ini,"ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment