Masjid Jami Quba Dibangun Atas Swadaya Masyarakat

Bagikan ke Google Plus
Masyarakat di lingkungan Gang Mawar saat mengikuti peresmian Masjid Jami Quba
SAPA (TIMIKA) – Toleransi umat beragama di Kabupaten Mimika, mungkin bisa dicontoh oleh daerah lain. Kenapa demikian? Hal ini dikarenakan, Masjid Jami Quba yang berada di Gang Mawar, Jalan Hasanuddin (depan Pasar Sentral) dibangun atas swadaya masyarakat setempat, baik yang muslim maupun non muslim. 

Demikian disampaikan Ketua Pembangunan Masjid Jami Quba, H Kaharman kepada Salam Papua saat peresmian masjid, Kamis (25/5).

“Masjid ini kami bangun dengan swadaya masyarakat disini,” ujar Kaharman.

Kaharman mengatakan, masjid ini dibangun atas permintaan masyarakat setempat, khususnya ibu-ibu yang menginginkan adanya masjid di lingkungan tersebut. Dari keinginan tersebut, pihaknya mulai mengumpulkan anggaran untuk pembangunan masjid. Dan alhamdulillah, Masjid Jami Quba ini terbangun dalam waktu dua bulan delapan hari, dengan dana yang sudah dihabiskan Rp400 juta. 

Lanjutnya, masjid yang terbangun ini terdiri dari dua lantai. Namun, saat ini masjid ini belum selesai sepenuhnya. 

“Pembangunan masjid ini memang anggarannya yang dihabiskan Rp400 juta. Namun, sumbangan dari masyarakat setempat masih terkumpul Rp69 juta. 

Sementara untuk sisanya, kami masih berhutang,” katanya.

Sementara untuk tanah yang digunakan untuk membangun masjid ini. Kata dia, merupakan tanah yang diwakafkan oleh Muhammad Rusdi. Namun masih banyak yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan masjid Jami Quba ini seutuhnya.

“Kita targetkan Rp1 Miliar, masjid ini baru bisa selesai penuh,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Mimika, Ausilius You,S.Pd.,MM.,MH yang menghadiri acara peresmian tersebut menyampaikan, dirinya sangat bangga dengan toleransi yang ada di lingkungann tersebut. Ia mengatakan, sudah seharusnya manusia yang hidup ini berdampaingan dengan manusia lainnya dan harus memiliki toleransi yang tinggi.

“Kita bukan hidup di pulau yang berada di tengah laut. Karenanya, kita hidup ini perlu berdampingan dengan manusia. Untuk itu perlu ada kerukunan di komplek seperti ini,” katanya.

Ia juga meminta kepada Panitia Pembangunan untuk memasukkan rencana anggaran belanja (RAB) kepadanya untuk kemudian akan dilanjutkan kepada bagian keuangan di pemerintahan.

“Panitia siapkan RAB untuk saya ajukan ke keuangan,” katanya.

You menambahkan, memasukki Bulan Ramadhan Pemerintah Daerah Mimika telah menentukan waktu operasi Tempat Hiburan Malam (THM).

Sambungnya, sebelum memasuki Ramadhan, sudah sepatutnya kita saling memaafkan. Selain itu juga harus bisa menjaga emosi, kuat menghadapi tantangan. 

“Semoga semuanya bisa masuk sampai pada keluar dari Bulan Ramadhan sebagai pemenang,” tambahnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment