Tajuk : May Day yang Patut Dicontoh

Bagikan Bagikan
Aksi teatrikal dalam memperingati Hari Buruh Internasional di Timika
PERINGATAN Hari Buruh Internasional setiap tanggal 1 Mei atau yang lebih tersohor dengan sebutan May Day selama ini identik dengan demontrasi memperjuangkan nasib kaum buruh, yang terkadang berakhir dengan tindak kekerasan dan merugikan pihak lain. Kebiasaan ini, perlahan namun pasti mulai berubah, paling tidak tahun ini, disejumlah daerah, sudah mulai ada nuansa baru yang positif, yang patut dicontoh para pekerja di daerah lain.

Khusus untuk May Day tahun ini, apa yang dilakukan ibu-ibu yang tergabung sebagai istri pekerja PTFI membagikan sebanyak 1.000 bunga kepada masyarakat Kota Timika ini merupakan sesuatu yang positif, patut dicontoh dan dilakukan pada May Day tahun depan. Bunga melambangkan kedamaian dan cinta kasih. Tentu saja bila terjalin kedamaian dan cinta kasih antara perusahaan dan pekerja, maka perusahaan dan karyawan akan sama-sama mengalami kemajuan.

Di daerah lain juga terdapat berbagai kegiatan positif yang patut dicontoh pada May Day tahun depan. Sebut saja aksi donor darah, pemeriksaaan kesehatan, panggung hiburan dan pembagian sembako bagi buruh  di Medan. Di Pontianak, Madium dan Siak,  May Day diperingati dengan melakukan jalan sehat diikuti ribuan buruh. Di Poso dengan cara membersihkan lokasi-lokasi wisata di Danau Poso dilanjutkan dengan acara rekreasi dan senang-senang. 

Di Jember, Jawa Timur dilakukan pawai taaruf keliling jalan protokol dan istighatsah bersama direksi perusahaan untuk menjalin komunikasi agar nasib buruh diperhatikan. Tema yang diangkat adalah "Membangun Sinergitas Pekerja, Pengusaha, dan Pemerintah demi Peningkatan Kesejahteraan Buruh dan Kejayaan Perusahaan". Di Sukabumi, ribuan buruh memilih berzikir dan berdialog mencari solusi. Diharapkan antara buruh dan pengusaha bisa menjadi satu kesatuan yang bersimbiosis mutualisme.

Di Jakarta, digelar panggung hiburan serta festival band dari kalangan buruh, seventeen dan grup band lainnya. Bahkan digelar pula aksi poco-poco, pelepasan burung, balon, dan aneka bazar dari sejumlah perusahaan. Di Malang juga dilaksanakan dengan kemeriahan panggung rakyat untuk menyuarakan beberapa tuntutan, dan penolakan terhadap upah rendah. 

Di Kabupaten Lebak , para buruh  menggelar turnamen futsal antarburuh dan perusahaan.  Disejumlah daerah lain, digelar kegiatan dialog antara pemerintah dengan para buruh, untuk mencari solusi terbaik bagi nasib buruh.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak buruh untuk merayakannya dengan penuh kegembiraan karena merupakan momentum merayakan kemenangan perjuangan buruh yang sudah diproses sejak lama. Menaker juga mengingatkan buruh bahwa perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan buruh tidak boleh berhenti pada sekedar perayaan saja.

Hanif kemudian mengajak buruh untuk menggunakan May Day sebagai momen untuk merefleksikan gerakan buruh agar lebih efektif dan optimal dalam memperjuangkan kepentingan kaum pekerja.

"Memang hasilnya belum tentu sesuai dengan yang diharapkan, memang perjuangan masih panjang. Tapi kemenangan sekecil apapun harus tetap kita rayakan, harus tetap kita syukuri. Agar kita senantiasa optimis, terus memiliki harapan," ujarnya. 

Dengan mulai adanya sedikit pergeseran cara memperingati May Day menunjukkan bahwa para buruh yang tergabung dalam serikat pekerja mulai menyadari bahwa aksi demontrasi yang selama ini digunakan tidak selamanya efektif dapat memenuhi tuntutan dan harapan dari para buruh. Apa lagi disaat merayakan May Day, besaran upah untuk para buruh sudah ditetapkan pemerintah baik itu upah minimum kabupaten (UMK) atau upah minimum provinsi (UMP).

Mungkin saja, aksi demontrasi, bahkan aksi mogok kerja masih dibutuhkan di May Day, namun semua itu tentu harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi, dengan dalil yang kuat serta telah diperhitungkan dengan akal sehat bahwa tindakan itu dapat merubah keadaan menjadi lebih baik. Tentu tidak saja buat para pekerja tapi juga bagi perusahaan. 

Ingatlah, aksi apa pun yang bernuansa pemaksaan kehendak, tentu itu bukan cara terpandai dan terhormat untuk menyelesaikan suatu masalah. Justru sebaliknya membuat masalah menjadi rumit dan tentu saja pada akhirnya akan ada korban. Dalam setuasi dan kondisi apa pun, ingatlah bahwa cara terbaik adalah menyelesaikan masalah tanpa masalah baru dan tanpa ada korban. (yulius lopo)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment