MoU Smart City Dinilai Tidak Tepat Sasaran

Bagikan Bagikan
Mathius Uwe Yanengga
SAPA (TIMIKA) - Salah satu Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mimika, Mathius Uwe Yanengga mengatakan, memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan antara Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dinilainya tidak tepat sasaran. Karena di Kabupaten Mimika masih banyak persoalan yang belum selesai.

“Berkaitan dengan smart city saya sangat tidak setuju. Karena yang sangat urgen itu, bagaimana menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum selesai di dalam Pemkab Mimika," kata Yanengga saat ditemui wartawan dikantor DPRD Mimika jalan Cenderawasih, Selasa (23/5).

Uwe menjelaskan bahwa, Bupati sebagai kepala keluarga di Mimika harus bertanggung jawab atas persoalan rumah tangga yang tidak berjalan baik, yakni antara DPRD dan Pemerintah Daerah. Dengan demikian peluncuran smart city dinilai tidak tepat sasaran. Alasannya masih banyak masyarakat Mimika yang tidak mengerti akan teknologi, serta masih banyak masyarakat Mimika yang masih hidup dalam keterisolasian.

Menurut Uwe, sekarang ini yang paling penting adalah bagaimana Pemkab bersinergi dengan DPRD untuk membangun SDM. Dan DPRD Mimika sedang menunggu itikad baik dari Pemkab Mimika, dalam hal ini Bupati untuk menyelesaikan persoalan. 

"Bangun SDM dulu baru masuk ke smart city. Karena, sudah smart city tapi SDMnya terbatas, maka akan percuma," tuturnya.(Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment