MUI Berharap Mogok Kerja Segera Berakhir

Bagikan ke Google Plus
Ustad H Amin AR,S.Ag 
SAPA (TIMIKA) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Mimika, Ustad H Amin AR,S.Ag berharap mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) segera berakhir. Karenanya, pihaknya minta manajemen PTFI dan karyawan yang diwakili oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) untuk segera menemukan titik temu.

 “Saya berharap mogok kerja karyawan ini yang kurang lebih satu bulan ini segera berakhir. Dan karyawan bisa kembali kerja atau beraktivitas seperti biasanya,” kata Ustad Amin saat ditemui Salam Papua, Selasa (16/5) di Sekretariat MUI, Jalan Kartini.

Ia mengatakan, terhadap mogok kerja yang dilakukan oleh karyawan, pihaknya melihat dari segi kemanusiaan dan sosial. Dari segi kemanusiaan, karyawan pastinya memiliki istri, anak, dan keluarga, yang memiliki banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Apalagi sebentar lagi memasuki Bulan Suci Ramadhan 1438 H, bagi karyawan yang muslim akan ada persiapan-persiapan untuk itu.

Sementara dari segi sosial, mogok kerja ini sangat berdampak pada kehidupan masyarakat Kota Timika, baik di bidang ekonomi, sosial, dan yang lainnya. Dimana dengan mogok kerja, berpengaruh pada perekonomian masyarakat. Dalam arti, yang sebelumnya mendapatkan keuntungan cukup untuk dagangannya. Tetapi dengan adanya mogok ini, keuntungan tersebut berkurang. Dan masih banyak dampak-dampak lainnya.

“Hal-hal tersebutlahjadi sorotan dari MUI Mimika, sehingga meminta mogok kerja itu diharapkan segera berakhir. Selain itu, hal ini juga untuk menghindari gesekan antar masyarakat,”katanya.

Kata dia, dari hal tersebut, pihaknya meminta agar Manajemen dan SPSI PTFI untuk segera menemukan titik temu, melalui pertemuan ataupun sebagainya. Dan sementara manajemen dan SPSI melakukan perundingan, pihaknya berharap karyawan yang lainnya memperbanyak ibadah. Karena dengan penyertaan Tuhan, masalah apapun akan bisa diselesaikan.

“Manfaatkan waktu luang digunakan untuk beribadah, baik ke masjid ataupun gereja. Karena kalau cuma duduk-duduk tanpa berdoa, maka usaha yang dilakukan akan sia-sia.  Ingat, semua yang terjadi pada kehidupan manusia sudah diatur oleh Tuhan. Karenanya, perlu adanya penyertaan dari tangan Tuhan, agar permasalahan ini cepat selesai,”tuturnya.   (Red)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment