Pajak Reklame Peluang PAD

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Mimika akan menegakkan Perda Nomor 4 Tahun 2010 tentang pajak reklame, karena saat ini begitu banyak spanduk dan reklame lainnya yang dipasang tanpa melalui prosedur pembayaran kepada Dispenda.

Kepala Dispenda Kabupaten Mimika, Paulus Yanengga, kepada wartawan, Selasa  (23/5) di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Tata Kota dan Satpol PP untuk menertibkan reklame yang tidak memiliki izin.

Berdasarkan perda Nomor 4 Tahun 2010, reklame yang resmi hanya yang tertera cap dari Dispenda, kemudian peletakannya disetujui oleh Dinas Tata Kota.Oleh karena itu, mengingat saat ini Mimika akan segera memasuki tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak, maka ini menjadi peluang untuk memperoleh Penghasilan Asli daerah (PAD).

“Ini peluangnya sangat bagus. Sedangkan retribusi parkir saja konstribusibnya luar biasa, walaupun itu kelihatan sepele,” katanya.

Oleh karena itu,  setiap reklame yang tidak berizin, akan ditertibkan dan baru boleh dipasang kembali setelah yang bersangkutan memenuhi kewajibannya yaiyu membayar pajaknya.

Dijelaskan, sesuai dengan Perdanya, pajak tidak berlaku untuk kegiatan sosial dan sekolah-sekolah, sepanjang dipasang di sekolah masing-masing.
Dikatakan penertiban ini selain untuk memaksimalkan pendapatan Asli Daerah juga untuk penataan kota sehingga tidak kumuh.

“Kalau kita tidak bikin berarti kita tidak laksanakan Perda, jadi kita akan bentuk tim,” katanya.

Lanjut dia, perlunya menggali PAD saat ini, karena situasi di Mimika sedang tidak normal, khususnya iklim perekonomian. Oleh karena itu, pihaknya berharap agar, situasi keamanan, iklim investasi bisa seegra pulih, sehingga pendapatan daerah akan semakin meningkat.

 “Kalau saat ini dengan situasi PTFI dan APBD belum jalan membuat tingkat hunian hotel menurun, tempat hiburan kurang dan lainnya otomatis penerimaan daerah juga turun,” imbuhnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment