Pelaku Pembunuh Wanita di SP 6 Tak Mampu Bendung Emosi

Bagikan ke Google Plus
Polres Mimika gelar perkara kasus pembunuhan seorang wanita di Kampung Naena Muktipura - SP 6
SAPA (TIMIKA) – Pelaku IY disaat melakukan aksi penganiayaan terhadap korbannya almarhumah Siti Deli Rumatiga, disebabkan emosi yang tak terbendung. Saat melakukan penganiayaan terhadap korban, emosi pelaku tak terbendung sehingga penganiayaan terus dilakukan pelaku hingga korban meninggal dunia.

Pembunuhan sadis yang menghilangkan nyawa seorang wanita di Jalur III, Kampung Naena Muktipura - SP 6 pada Minggu 14 Mei 2017, disebabkan faktor balas dendam karena merasa sakit hati dituduh mencuri telepon seluler.

“Pelaku IY awalnya hanya ingin memukul korban karena sakit hati. Namun, pada saat pelaku memukul korban, dalam keadaan emosi, sehingga mengakibatkan korban meninggal dunia," jelas Wakapolres Mimika, Kompol Arnolis Korowa, SH saat menggelar Press Conference yang didampingi Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK, Sabtu (20/5) di Kantor Pusat Pelayanan Polres Mimika.

Korban, almarhumah Siti Deli Rumatiga, sebelum dianiaya hingga tewas sedang bersama pamannya Muhammad Rumatiga. Minggu pagi itu korban bersama pamannya memanen buah Tomat dikebun. Ketika hasil panen buah Tomat sudah terisi penuh didalam karung, paman korban menggeser buah Tomat yang sudah terisi penuh ke pinggir jalan, dan meninggalkan sementara korban di kebun.

“Jadi, pada saat pamannya tidak ada, pelaku mendatangi korban dan melakukan penganiayaan dengan sadis, yang mengakibatkan korban meninggal dunia," terang Korowa.

Secara kasat mata, kata Korowa, tindakan pelaku dilihat terdapat dua indikasi atau kemungkinan mengapa sehingga pelaku melakukan penganiayaan secara sadis terhadap korban. Pertama, antara pelaku dan korban sudah saling kenal, sehingga untuk mengaburkan aib (tuduhan mencuri telepon seluler) maka pelaku tidak berfikir panjang sehingga menghabisi korban. Kedua, antara pelaku dan korban tidak saling kenal, sehingga diduga masih ada indikasi lainnya selain faktor sakit hati.

Lanjut Korowa, untuk menghindari agar persoalan ini tidak menjadi panjang, pihak kepolisian telah mengingatkan keluarga korban agar tidak melakukan tindakan-tindakan lainnya yang dapat memperkeruh persoalan ini, dan pihak keluarga pun diminta menyerahkan sepenuhnya kasus ini untuk ditangani kepolisian hingga tuntas. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment