Pemerintah Dinilai Kurang Memperhatikan Gizi di Jili Yale

Bagikan ke Google Plus
Nurman Karupukaro
SAPA (TIMIKA) – Politisi Partai Gerindra Mimika, M Nurman Karupukaro menilai, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika kurang memperhatikan gizi di wilayah kerja Puskesmas Jili Yale. Penilaian ini karena adanya dugaan temuan dugaan kasus malnutrisi (masalah gizi) pada pada tiga anak di wilayah kerja Puskesmas Jile Yale.

"Adanya masalah gizi itu, karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap korban pengungsian yang di Jile Yale. Dan ini membuktikan, kalau pemerintah tidak serius dalam menangani pengungsian di Jile Yale. Sehingga mengakibatkan adanya temuan tersebut," kata Nurman saat dihubungi wartawan di Kantor DPRD Mimika, Selasa (30/5).

Kata dia, dari kondisi tersebut, dirinya meminta kepada Pemkab Mimika untuk segera turun menangani kasus tersebut. Karena tidak ada alasan lagi, pemerintah tidak menangani permasalahan yang menimpa masyarakat.

“Ini sangat memalukan, terjadi masalah gizi di Mimika. Karenanya dinas terkait harus segera tanggap untuk menanganinya,”ujarnya.

Nurman menambahkan, jangan dijadikan alasan belum ditetapkannya APBD yang menghambat untuk melakukan tindakan terhadap korban malnutrisi tersebut. Dinas terkait pasti bisa berkoordinasi dengan pihak-pihak lain, yang terkait demi menyelamatkan masyarakat. Hal tersebut harus cepat diatasi karena jangan sampai terjadi lagi kasus tersebut.

"Dinas terkait harus turun kesana memberikan perhatian, sebagai makanan tambahan dengan kebersihan lingkungan. Dan apabila belum ada anggaran bisa dilakukan dengan cara lain, melalui Kementerian Sosial itu bisa dapat memberikan bantuan langsung kepada mereka yang mengalami gisi buruk," tuturnya. 

Sebelumnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika membeberkan hasil investigasi dugaan kasus malnutrisi (masalah gizi) pada sejumlah anak di bawah lima tahun (Balita) di wilayah Kota Timika.

Dari hasil investigasi yang dilakukan pada Senin (22/5) itu, Dinkes Mimika memastikan sembilan Balita dengan berat badan tidak normal yang ditemukan di dua wilayah Puskesmas masih berstatus negatif gizi buruk.

"Jadi balita ini ada penyakit penyerta. Sehingga penyakit penyerta inilah yang menyebabkan asupan gizinya kurang baik," kata Sekretaris Dinkes Mimika, Reynold Ubra di Timika, Selasa (23/5).

Reynold mengatakan, sembilan balita kurang gizi yang ditemukan Februari lalu tersebut, kini telah diberi asupan makanan tambahan sehingga berat badannya mereka berangsur membaik.

"Petugas gizi Puskesmas melakukan kunjungan rumah setiap hari untuk memberikan makanan tambahan pemulihan sekaligus mengontrol berat badan balita ini," jelasnya. 

Dia mengakui bahwa sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan tahun 2016 mengharuskan penanganan kasus gizi 100 persen. Dimana usia balita memang paling rentan terkena kasus malnutrisi jika asupan gizi tidak terpenuhi.

"Jadi apa yang telah dilakukan petugas gizi kami sudah sesuai standar," kata Reynold.

Puskesmas Timika saat ini menangani tujuh balita dengan berat badan yang tidak sesuai usia. Diduga kuat asupan nutirisi balita ini tidak maksimal karena memiliki riwayat penyakit Tuberculosis (TB). Dua balita dengan kondisi sama ditemukan oleh petugas gizi Puskesmas Jile Yale.(Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment