Pemotongan Pipa Konsentrat Freeport Bukan Sabotase

Bagikan Bagikan
AKBP Victor Dean Mackbon
SAPA (TIMIKA) – Kapolres Mimika, AKBP Victor Dean Mackbon memastikan pemotongan pipa konsentrat milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mile Point (MP) 52 dan 54 murni merupakan tindak pidana, bukan sebagai upaya sabotase atas kepentingan pihak tertentu.  

“Tidak ada berlangsung upaya sabotase disana. Itu pidana murni. Kalau sabotase berarti ada tujuan tertentu,” kata Kapolres kepada wartawan di Timika, Selasa (16/5). 

Menurut Kapolres, kejadian serupa memang pernah terjadi sebelumnya. Oknum-oknum tertentu sengaja memotong pipa tambang untuk mendulang mineral emas yang disalurkan ke tempat pengeringan konsentrat di Portsite, Pelabuhan Amamapare. 

“Ini memang pidana murni. Memang sudah pernah ada kejadian ini sebelumnya. Tentunya aparat keamanan Satgas Amole lebih berkonsentrasi untuk menjaga obyek vital nasional,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebocoran pipa konsentrat milik Freeport di MP 52 terjadi pada Rabu 10 Mei lalu. Pemotongan pipa oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut mengakibatkan konsentrat hasil tambang meluap hingga ke jalan utama MP 52. 

Bahkan sebelumnya juga pada Kamis 4 Mei lalu sekitar Pukul 19.30 WIT, terjadi kejadian serupa di MP 54. Petugas menemukan pipa tambang dalam keadaan bocor yang diduga sengaja digergaji oleh OTK. 

Pipa konsentrat bertekanan tinggi itu dilaporkan mengalami kebocoran tepat pada tanjakan di MP 54. Adanya kebocoran tersebut mengakibatkan semburan pasir konsentrat berwarna hitam menjunjung setinggi dua meter. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment