Pemprov Papua Pilih Asmat Pilot Project BLT

Bagikan Bagikan
Tim Gabungan Pemprov Papua sedang rapat bersama Kepala SKPD Kabupaten Asmat  tentang program BLT di BPKAD Asmat beberapa hari lalu
SAPA (ASMAT) – Rencana Pemerintah Provinsi Papua bakal memprogramkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga Papua. Program itu bersumber dari dana Otonomi Kusus (Otsus).  Untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemprov Papua memilih Kabupaten Asmat menjadi pilot project BLT.

Perihal itu, disampaikan koordinator tim gabungan dari Pemprov Papua, Vinia Budiman dihadapan Kepala Satuan kerja perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Asmat. Tim ini dimintai Pemprov Papua untuk mendesain sebuah program  tentang bantuan sosial atau bantuan tunai. “Kami merupakan tim gabungan dari tiga program,” katanya, di Ruangan Rapat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Kabupaten Asmat, belum lama ini.

Dia menyebutkan kehadiran tim tersebut di Asmat dalam rangka melakukan penelitian dengan pendekatan wawancara langsung dengan Kepala SKPD, Pimpinan Bank, Pimpinan Telkomsel, Tokoh agama dan masyarakat. “Kami mengharapkan para nara sumber yang diwawancarai bisa memberikan masukan dan data dari semua unsure,” harapnya.

Menurutnya data hasil penelitian akan menjadi bahan laporan kepada Bappeda Provinsi Papua. “Tujuan kami ke Asmat mau melihat dari dekat keadaan masyarakat dan pengelolaan program oleh Pemda setempat. Jika program ini disetujui Pemprov Papua. Maka, Asmat akan ditetapkan sebagai pilot project program BLT. Sasaran program ditujukan kepada anak-anak usia 0-3 tahun dan warga usia lanjut (Lansia) di atas 60 tahun,” ujarnya.

Obyek kajian dalam penelitian, dia menyebutkan berkaitan dengan potensi daerah, geografis. “Kehadiran kami disini untuk melakukan assesmen atau penjajakan tentang rencana Pemprov Papua memberikan BLT bersumber dari dana Otsus,” ujarnya.

Dari rekaman media ini, dalam acara perkenalan, ia memperkenalkan tim gabungan antara lain, Ketua Tim Konsultan, Steven (asal Inggris) memiliki pengalaman dalam bidang program bantuan tunai di beberapa negara bagian Afrika, Via (UNICEF), Konsultan Governance Kedutaan Inggris yang membidangi Bantuan Sosial bagi anak dan manula, Riters (asal India) memiliki pengalaman dalam program bantuan sosial di India dan desain Operasional, Anton Tarigan. “Mereka ini ahli dalam bidangnya masing-masing,” katanya. (Sergi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment