Penataan Pasar Dipertanyakan

Bagikan Bagikan
George Deda
SAPA (TIMIKA) - Anggota Komisi A DPRD Mimika George Deda meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, agar menertibkan sejumlah lapak yang baru dibangun tepat diatas drainase pasar Sentral. Hal ini untuk mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan.

"Memang benar lokasih pasar yang saat ini kondisi bangunannya sudah tidak tertata dengan baik,  sudah tidak ada yang mengatur," kata George deda saat ditemui wartawan dikantor DPRD Mimika jalan Cenderawasih, Senin (22/5).

George berpendapat bahwa, sejauh ini ada petugas yang sering mengelola pasar yang mengetahui persis lapak-lapak yang dibangun diatas drainase tapi tidak ditegur. Dengan demikian Pemkab Mimika hanya melakukan pembiaran teradap para pedagang membangun dengan sesuka hati tanpa memikirkan dampaknya.

"Ataukah memang ada yang mengatur tetapi mereka sengaja karena pembangunan yang di pasar ini sudah sampai di pinggir pasar di atas drainase atau got yang dipergunakan untuk penyaluran air disitu sudah terdapat bangunan lapak-lapak," jelasnya.

Lanjut George, pengelola pasar merupakan perpanjangan tangan dari Dinas terkait atau Pemkab Mimika harusnya menyikapi hal yang terjadi dengan menyampaikan himbauan kepada para pedagang agar tidak membangun di atas drainase sehingga pasar tersebut tertata dengan baik.

"Saya pikir di Mimika kan ada Pemerintah untuk mengatur hal itu, karena pasaran itu milik pemerintah jadi pemerintah harus melihat dan menata ini dengan baik terutama dinas yang menangani pasar ini harus menyikapi itu," lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa, apabila Pemerintah tidak menyikapi hal tersebut dirinya yakin para pedagang akan membangun lapak sesuka kemauan mereka, terbukti tidak ada pengawasan membuat para pedagang telah menggunakan lokasi didepan kantor Kelurahan Pasar Sentral untuk menjual cakar bongkar. Bisa saja para pedagang telah mengantongi ijin dari pengelola pasar.

"Masyarakat bisa bikin semuanya apa yang mereka mau kalau tidak diatur oleh pemerintah dan bahkan di depan kantor lurah situ para pedagang menggunakan tempat itu untuk menjual barang jualan yang masyarakat melakukan sesuatu itu karena ada izin untuk mengatur hal-hal yang seperti begitu," tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Mimika Yonas Magal mengatakan, pembangunan lapak dengan sembarang akan berdampak buruk pada kondisi pasar yang kurang diawasi oleh Pemerintah. Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada Sat Pol PP agar secepatnya menertibkan para pedagang yang sudah dan hendak membangun lapak mereka. Selain itu kepada Disperindag agar mendata para pedagang dan menempatkan mereka di los-los yang sudah disediakan oleh Pemkab Mimika.

"Jadi kami minta kepada Satpol PP untuk Bongkar lapak-lapak yang tidak memiliki izin itu dibongkar saja karena kalau sampai banjir itu nanti masyarakat yang akan jadi korban jadi kalau bisa ditertibkan oleh Satpol PP," pintanya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment