Pendidikan di Mimika Masih Butuh Pembenahan

Bagikan Bagikan
Ausilius You
SAPA (TIMIKA) – Pergerakan pada bidang pendidikan di Kabupaten Mimika dinilai sangat mantap dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM). Akan tetapi hal itu masih membutuhkan pembenahan yang harus dilakukan secara serius oleh pemerintah melalui dinas pendidikan, baik Dispendasbud maupun Dispenmen. Hal tersebut disampaikan Sekda Mimika, Ausilius You, S.Pd., MM., MH. 

“Untuk kamajuan pendidikan sungguh luar biasa di Mimika ini, tapi harus terus dilakukan pembenahan. Dispendasbud dan Dispenmen saya rasa sudah berperan bagus,” kata Sekda saat diwawancara awak media di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika pada Jumat 28 April 2017.

Berkaitan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017 yang jatuhnya Selasa 2 Mei (Hari ini), Sekda mengharapkan dapat dijadikan sebagai momen pembenahan dalam meningkatkan kualitas dan mutu bidang pendidikan di Mimika. Sebab menurut dia bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang khusus menjadikan manusia agar bisa maju dan mampu menghadapi perkembangan dunia.

Dijelaskannya bahwa peringatan Hardiknas bukan hanya sekedar memperingati sebagai tradisi di Indonesia, namun diharuskan bisa menerapkan makna dibalik kekhususan peringatan Hardiknas tersebut.

Dijelaskannya, sudah banyak program yang dicanangkan dari pusat untuk memajukan pendidikan di seluruh Indonesia termasuk Kabupaten Mimika, namun dalam menyambut program tersebut sangat diperlukan juga peran aktif dari dinas terkait sehingga program tersebut bisa terealisasi dengan baik.

“Kita sama-sama berharap agar dua dinas ini bisa menjalankan semua apa yang pusat programkan. Kalau misalnya dari pusat mengharapkan pembenahan dibidang guru, itu berarti harus dilakukan,” katanya.

Sekda menambahkan, secara khusus untuk SDM Orang Asli Papua (OAP) sangat tidak jauh berbeda dengan daerah lain, akan tetapi ketertinggalan hanya dikarenakan letak geografis. Jika dinilai dalam tahun sebelumnya di Mimika tidak memiliki laporan kewalahan bidang pendidikan, yang diakibatkan oleh tidak adanya perhatian pemerintah, akan tetapi lebih dikarenakan persoalan kepemilikan lahan bangunan sekolah.

“Paling yang sering dipersoalkan itu cuma karena masalah lahan berdirinya suatu sekolah. Bidang pendidikan kita juga sudah berkembang kok, hanya harus terus ditingkatkan lagi,” ungkapnya. (Acik Nasma).

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment