Penerapan E-Tilang Satlantas Belum Maksimal

Bagikan ke Google Plus
Kanit Regident Satlantas Polres Mimika, Iptu Novindriani Gultom
 jelaskan proses E-Tilang Beberapa Waktu yang Lalu
SAPA (TIMIKA) – Sistem tilang secara elektronik atau yang disebut E-Tilang dan sudah diterapkan Satlantas Polres Mimika, terus berjalan meski belum maksimal, masih ada pelanggar yang membayar tilang secara manual. Hal ini karena pembayaran denda tilang oleh pelanggar lalu lintas baru dapat dilakukan pada satu bank saja, yakni bank BRI.

“Belum sepenuhnya bisa dijalankan, karena saat ini kami masih berkoordinasi dengan bank BRI,” kata Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Samuel D Tatiratu, SIK di Kantor Pusat Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, Rabu (17/5).

Dikatakan Samuel, selain bank BRI, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan pihak bank lainnya. Hal ini dimaksudkan agar lebih mempermudah masyarakat atau pelanggar lalu lintas untuk membayar denda pelanggaran. Ketika proses pembayaran denda tilang sudah bisa dilakukan setiap pelanggar melalui bank, maka disitulah baru dapat disebutkan penerapan E-Tilang sudah maksimal.   

“Saya berharap kedepannya kami akan dapat melakukan koordinasi dengan bank lainnya, sehingga memudahkan masyarakat dalam membayar denda,” katanya.

Sejauh ini, sejak E-Tilang diterapkan di masyarakat, sudah banyak yang mengerti bahwa prosedur E-Tilang tidak seperti dulu. Masyarakat ketika di tilang, mereka sudah mengerti langkah-langkah apa yang harus dilakukan. 

“Pada saat di tilang mereka di input datanya di HP milik petugas, termasuk nomor teleponnya. Sehingga nantinya di HP pelanggar akan muncul SMS Briva, yakni 15 digit. Sehingga mereka bisa langsung berangkat ke bank dengan menunjukkan SMS Briva tersebut, atau bisa ke ATM langsung untuk membayar,” jelasnya. 

Penerapan E-Tilang oleh jajaran Polres Mimika sudah dilakukan bersamaan dengan operasi patuh yang dilaksanakan di seluruh Indonesia. Prosesnya itu ketika masyarakat yang tidak menaati peraturan lalu lintas atau melakukan pelanggaran, masyarakat tidak lagi menunggu mengikuti proses sidang.

“Ini sudah kita lakukan secara serentak bersamaan, artinya E-Tilang ini mempermudah prosedur tilang tidak seperti sebelumnya. Sebelumnya ketika di tilang di kota harus hadir di sidang pengadilan dalam waktu satu minggu,” paparnya. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment