Penganiayaan Wanita Oleh WN Australia Selesai Secara Kekeluargaan

Bagikan Bagikan
Penyelesaian kasus dugaan tindak pidana penganiayaan
 oleh WN Australia di Polsek Mimika Baru
SAPA (TIMIKA) - Kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi pada Rabu (24/5) dini hari didepan Bar Timika Indah, Jalan Cenderawasih, yang dilakukan oleh warga negara (WN) Australia berinisial SPJ (42) terhadap korbannya seorang wanita berinisial DAP (27), akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan di Polsek Mimika Baru (Miru).

Meski kasus dugaan tindak pidana penganiayaan ini telah dibuatkan laporan polisi (LP) dengan nomor LP/231/V/2017/Papua /Res.Mimika/Sek.Miru tertanggal 24 Mei 2017, namun kasus ini berakhir juga dengan penyelesaian yang dilakukan secara kekeluargaan.

“Telah dilakukan mediasi dan pertemuan untuk menyelesaikan perkara penganiayaan tersebut secara kekeluargaan tanpa adanya intimidasi ataupun paksaan dari pihak manapun,” terang Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon, SH, SIK, M.Si, MH melalui Kasat Reskrim AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK kepada Salam Papua saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (25/5).

Menurut Kasat Reskrim, penyelesaian secara kekeluargaan itu dilakukan setelah adanya permohonan pencabutan LP oleh pihak pelapor dengan membuat surat permohonan pencabutan laporan. 

“Diselesaikan secara kekeluargaan antara korban dan pelaku Kamis (25/5) di Polsek Mimika Baru, yang mana sesuai dengan surat permohonan pencabutan laporan dan surat pernyataan sikap antara korban dengan pelaku,” kata Dion.

Adapun isi dari surat kesepakatan perdamaian atas permasalahan tersebut akan dilampirkan dalam dokumen LP yang sudah terlanjur dibuat, dan menerangkan bahwa kasus dugaan penganiayaan telah diselesaikan secara kekeluargaan.

Sebelumnya berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan Humas Polda Papua, menjelaskan bahwa pada Rabu dini hari telah terjadi dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh WN Australia terhadap seorang wanita didepan Bar Timika Indah, Jalan Cenderawasih. Dimana yang bersangkutan, pelaku, yang merupakan WN Australia melakukan pemukulan terhadap dua orang wanita masing-masing N (30) yang dalam LP adalah sebagai saksi, dan DAP adalah korban didalam LP yang dibuat. Atas pemukulan itu N mengalami luka memar pada wajah sebelah kiri, sedangkan DAP mengalami luka pada bibir sebelah kiri akibat dipukul sebanyak dua kali oleh SPJ menggunakan tangan kosong.

Akibat perbuatan SPJ tersebut, menyebabkan korban DAP terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk ditangani oleh pihak medis akibat luka yang diderita, dan selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke pihak kepolisian dengan membuat LP untuk diproses lebih lanjut. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment