Penjualan Tiket Pesawat Perintis Diminta Tidak Double

Bagikan Bagikan
Soekarjo
SAPA (TIMIKA) – Operator pesawat perintis bersubsidi diminta tidak menjual double atau lebih dari satu tiket kepada satu pembeli. Hal ini dilakukan untuk menghindari penjualan ulang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan harga yang lebih tinggi.

“Jadi satu penumpang yang datang beli tiket dikasih satu tiket saja. Kalau mereka berdalih, maka harus ada memo (catatan,red) dari saya,” kata Kepala Unit Pelaksana Bandar Udara (UPBU) Mosez Kilangin Timika, Soekarjo saat ditemui Wartawan di ruang kerjanya, Senin (29/5).

Ia mengatakan, dirinya telah memanggil operator pesawat bersubsidi dan telah menegaskan, agar tidak melayani masyarakat yang ingin membeli tiket lebih dari satu. Hal ini dikhawatirkan, tiket lebih yang dibeli tersebut akan dijual kembali. Diketahui bersama, pesawat bersubsidi diperuntukkan dan dikhususkan untuk masyarakat yang tidak mampu.

Kata dia, untuk menghindari kecurangan harga penjualan tiket, UPBU Mosez Kilangin telah membuat spanduk pemberitahuan, yang berisi daftar harga tiket untuk 23 rute baik dari Timika ke pedalaman maupun sebaliknya. Yang harganya ditetapkan langsung oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

Lanjutnya, dan sampai dengan saat ini, dirinya belum menerima laporan maupun keluhan langsung dari masyarakat terkait harga tiket yang sangat mahal.

“Saya harap masyarakat juga kalau beli tiket harus langsung di operatro, jangan beli di perorangan,” ujar Soekarjo.

Ia menegaskan, jika terbukti ada operator pesawat perintis bersubsidi yang menjual tiket lebih dari harga yang telah ditetapkan Kemenhub, dirinya akan memberikan skor, kalau perlu saya akan putuskan kontrak.

“Kalaupun ada masyarakat yang melaporkan hal tersebut, harus disertakan dengan bukti yang jelas. Tetapi kalau masyarakat membeli tiket di pihak ketiga, maka itu kesalahan masyarakat,” tuturnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment