Peredaran Narkoba di THM, Diduga Ada Pembiaran

Bagikan ke Google Plus
Nurman S Karupukaro
SAPA (TIMIKA) - Ketua komisi C DPRD Mimika Nurman S Karupukaro menilai bahwa ada indikasi pembiaran terhadap peredaran Narkoba di Tempat Hiburan Malam (THM). Hal ini terbukti dengan adanya penemuan narkoba pada beberapa THM saat Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua menggelar operasi bersinar.

"Saya yakin bahwa manajemen tempat hiburan atau club malam tahu adanya peredaran di dalam, tetapi tidak melaporkan alias membiarkan," kata Nurman saat ditemui wartawan diruang kerjanya dikantor DPRD Mimika jalan Cenderawasih, Kamis (18/5).

Nurman menambahkan, tahun lalu dan sebelumnya juga sudah pernah ada temuan, sekarang ini hal tersebut terulang lagi. Ini menunjukkan bahwa memang terjadi pembiaran.

"Kalau minuman keras (miras) kita tahu ada di setiap THM. Tetapi kalau narkoba kan jelas ini dilarang UU," ungkapnya.

Terkait dengan itu Nurman meminta, aparat Pemkab Mimika agar melakukan penutupan terhadap THM yang sering kali ditemukan peredaran dan transaksi narkoba di dalamnya. Dan mencabut ijin operasional dari THM tersebut. Ini sebagai upaya ikut serta dalam mendukung pemberantasan narkoba di Mimika.

"Pemerintah daerah harus mendukung dalam pemberantasan narkoba dengan menertibkan bahkan menutup THM yang ketahuan melakukan penjualan narkoba,”ujarnya.

Selain itu, kata dia, perlu adanya pengawasan yang lebih ketat lagi di pintu masuk Mimika, baik bandara atapun pelabuhan. Hal ini dikarenakan, masih banyak pintu-pintu masuk yang ilegal di sepanjang perairan Mimika atau jalan-jalan tikus yang sampai saat ini belum ditutup.

“Dua pintu masuk Mimika ini juga harus diperhatikan. Karena keluarnya masuk orang dan barang hanya melalui dua pintu tersebut. Sehingga dengan pengawasan yang ketat, saya yakin peredaran narkoba bisa ditekan,”tuturnya.

Lanjutnya, selain itu, perlu peran serta dari Ketua RT, RW, kepala distrik, untuk mengawasi warganya. Dalam arti, apakah warga yang tinggal di wilayahnya tersebut, dari segi administrasi kependudukan sudah lengkap belum. Ditambah dengan harus mengetahui pekerjaan dari setiap warganya.

Pendataan terhadap warga ini juga sangat perlu, sebagai bahan bahwa mayoritas pekerjaan masyarakat di lingkungannya apa. Serta berapa jumlah dan dari mana saja penduduk yang tinggal tersebut. Apakah penduduk musiman karena suatu pekerjaan atau penduduk tetap.

“Kependudukan juga harus menjadi perhatian juga. Ini diperlukan untuk pengawasan terhadap setiap warga yang tinggal, beserta pekerjaannya,”ungkapnya. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment