Petugas Disnak di Pelabuhan Poumako Sering Diancam

Bagikan Bagikan
Yosefin Sampelino
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Peternakan (Kadisnak) Kabupaten Mimika, Yosefin Sampelino menyatakan, pegawai Disnak yang ditugaskan di Pelabuhan Poumako untuk mengawasi masuknya anjing dari luar Timika, seringkali menerima ancaman  agar meloloskan anjing-anjing tersebut.
Selain itu kata dia, petugas juga seringkali dibatasi dalam melakukan pengawasan, serta menghadapi kesulitan saat hendak melakukan pemeriksaan di pelabuhan.

“Petugas kami di Pelabuhan Poumako sering diancam agar meloloskan anjing-anjing yang didatangkan dari luar Timika,” kata Kadisnak saat ditemui wartawan di Jalan Yos Sudarso, Rabu (3/5).

Ia menjelaskan, penempatan petugas di Pelabuhan Poumako, sudah sesuai dengan Peraturan Provinsi Papua, bahwa tidak boleh ada anjing yang didatangkan dari luar untuk masuk ke Papua. Hal ini untuk mencegah masuknya penyakit rabies (penyakit anjing gila) ke Papua, khususnya Timika. Sehingga untuk menjaga hal tersebut, dilakukan pengendalian binatang tersebut yang masuk ke Timika melalui Pelabuhan Poumako.

“Kami sudah berupaya untuk mencegah masuknya anjing ke Timika, salah satunya menempatkan petugas di pelabuhan. Tapi masih ada yang masuk, dan hal ini dikarenakan luasnya pelabuhan dan adanya ancaman yang diterima oleh petugas,”tuturnya.

Dari hal tersebut, ia mengatakan, hal ini membutuhkan perhatian dari semua instansi terkait, terutama bagi yang ada disekitar pelabuhan, seperti KP3 Laut, Syahbandar, dan juga Karantina. Karena sangat berbahaya, jika rabies itu masuk ke Papua. Apalagi kita ketahui bersama, bahwa masyarakat Papua sangat suka dengan anjing.

“Anjing yang sudah terjangkit rabies susah sekali untuk diberantas,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya memanfaatkan klinik hewan yang dimiliki untuk memeriksa secara berkala kepada anjing-anjing yang sudah ada. Ini dilakukan, agar jangan sampai anjing-anjing di daerah ini terjangkit penyakit yang menular, khususnya peyakit rabies.

“Di Mimika ini, jumlah anjing ras sebanyak 100 ekor. Dan kami terus melakukan pengawasan terhadap anjing-anjing tersebut, dengan meminta pemiliknya rutin memeriksakan binatang piarannya,”ungkapnya. (Anya Fatma) 

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment