Polisi Kirim SPDP Pembunuhan Wanita di SP 6

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Penyidik Polres Mimika telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kasus pembunuhan seorang wanita di Kampung Naena Muktipura – SP 6, pada Minggu 14 Mei lalu ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika.

Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK membenarkan bahwa penyidik telah mengirimkan SPDP kasus pembunuhan almarhumah Siti Deli Rumatiga oleh pelaku yang berinisial  IY dan sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus ini.

"Iya sudah, SPDP sudah dikirim hari ini (kemarin) oleh penyidik ke Kejaksaan Timika," kata Kasat Reskrim saat ditemui diruang kerjanya, Kantor Pusat Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, Senin (22/5).

Pengiriman SPDP kasus pembunuhan almarhumah Siti Deli Rumatiga ke pihak Kejaksaan dalam rangka melakukan proses penyelidikan lebih lanjut terkait kasus itu.

“SPDP itu intinya untuk kasih tahu Kejaksaan soal pidananya dan memberitahukan kalau penyelidikannya telah dimulai, itu saja,” kata Dion.

Terkait dengan kasus ini, penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi untuk menguak perbuatan pelaku terhadap korban.

"Sementara delapan saksi sudah kita periksa. Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi," ujarnya.

Pembunuhan sadis yang menghilangkan nyawa seorang wanita dan terjadi di Jalur III Kampung Naena Muktipura – SP 6 pada Minggu 14 Mei 2017 sekira pukul 10.00 WIT, disebabkan sakit hati pelaku karena dituduh mencuri telepon seluler milik korban.

Akibat sakit hati itu, pelaku akhirnya mendatangi korban saat sedang memanen buah Tomat di kebun bersama pamannya Muhammad Rumatiga. Ketika paman korban meninggalkan korban sendirian kebun, pelaku mendatangi korban dan menganiaya korban secara sadis hingga tewas, dengan menggunakan benda tajam berupa parang.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dan subsidair Pasal 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun. (Markus Rahalus)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment