Polisi Lidik Pengusaha Pengeruk Pasir Kali Selamat Datang

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Dionisius Mameyao, mengakui bahwa pengusaha pengeruk material pasir di kali/sungai selamat datang hingga kali Kauga, Kelurahan Wanagon – SP 2, kini sedang dalam penyelidikan pihak kepolisian karena telah melanggar surat perintah pelarangan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pada 16 Januari 2017 lalu. Pengusaha tersebut terancam dikenakan pasal pengrusakan lingkungan.

“Sekarang polisi sedang selidiki tentang dokumen perencanaan pelaksanaan aktifitas pengerukan itu,” ungkap Dion, saat diwawancarai di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Jalan Cenderawasih Poros SP 3 – Kuala Kencana, Rabu (17/5).

Dion menjelaskan bahwa penyidik dari kepolisian telah memanggil tiga pengusaha pengeruk material pasir yang selama ini beroperasi di wilayah yang dimaksud, tujuannya untuk diambil keterangannya serta dasar melakukan aktifitas pengerukan. Selain itu kepolisian juga dikatakan rutin melakukan memantauan khusus, dikarenakan para pengusaha mengeruk pasir tanpa membayar pajak dan izin yang lengkap.

“Kami juga dimintai keterangan oleh polisi terkait kapan diberikan izin dan kapan dikeluarkan surat perintah pemberhentian. Yang jelas Januari lalu sudah kita keluarkan surat pemberhentian,” terang Dion.

Menurut Dion, jika saat ini masih ada pengusaha yang melakukan pengerukan material pasir selain di kali Iwaka, berarti aktifitas tersebut dinyatakan illegal.

“Kalau masih ada, berarti siap-siap berhadapan dengan kepolisian. Karena itu sudah sangat merusak lingkungan,” tegasnya. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment