Polisi Selidiki Penyebab Kematian Warga Jalan Yos Sudarso

Bagikan Bagikan
AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK
SAPA (TIMIKA) - Pihak kepolisian dari Polres Mimika menyelidiki kasus yang menyebabkan korban Moses Sarkol (36) meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit Dok II Jayapura. Korban sebelumnya ditemukan oleh istrinya Maria Yakoba Karun (30) pada Sabtu pagi 13 Mei 2017 di Jalan C. Heatubun (Jalan arah Terminal Bandara Baru) dalam keadaan sekarat dan tergeletak didalam parit.

Kapolres Mimika AKBP Victor Dean Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK mengatakan, meski pihak keluarga korban menolak proses otopsi terhadap jenazah korban, kepolisian tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban.

“Sampai saat ini pihak penyidik terus berupaya untuk mencari petunjuk dan saksi lain yang sekiranya dapat dijadikan sebagai petunjuk dalam mengusut kasus yang terjadi,” kata Kasat Reskrim, saat diwawancara awak media di Kantor Pusat Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, Senin (22/5).

Kematian Moses Sarkol yang merupakan warga Jalan Yos Sudarso ini, diketahui setelah sang istri menemukan korban dalam keadaan tergelatak didalam parit. Saat itu korban diketahui masih bernafas, sehingga saat itu juga sang istri meminta pertolongan lalu membawa korban ke RSUD Mimika untuk mendapat penanganan medis. Selanjutnya, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mimika Baru. 

Keesokan paginya, Sabtu 13 Mei 2017, penyidik mendatangi lokasi dimana ditemukannya korban tergeletak, lalu melakukan olah tempat kerjadian perkara (TKP). Saat olah TKP, penyidik menemukan sebuah batu kali di TKP.

“Korban Moses Sarkol di ketemukan oleh istrinya di TKP dalam posisi berada didalam parit dan masih bernapas, dan sempat merespon jika diajak berbicara,” katanya.

Keterangan kepolisian menjelaskan bahwa, penjelasan tim dokter bahwa korban belum bisa ditangani secara maksimal oleh pihak RSUD Mimika, sehingga korban harus dirujuk ke Jayapura. Atas saran tersebut akhirnya pihak keluarga menyetujui korban dirujuk ke RSUD Dok II Jayapura untuk ditangani lebih lanjut. 

Setelah menjalani perawatan di RSUD Dok II Jayapura, nyawa korban tidak dapat tertolong dan akhirnya meninggal dunia, pada Sabtu 20 Mei 2017. Jenazah korban kemudian dibawa pulang ke Timika untuk selanjutnya dimakamkan.

Berdasarkan pemeriksaan sementara penyidik terhadap beberapa saksi yang merupakan kerabat korban, menerangkan, sebelumnya korban bersama rekan-rekannya melakukan pesta minuman beralkohol disekitar TKP. Korban dan rekan-rekannya mengkonsumsi sebanyak empat paket minuman beralkohol berupa Vodka, Bir hitam dan Bir putih. Namun pada saat melakukan pesta minuman beralkohol hingga usai, dijelaskan bahwa tidak terjadi suatu perkelahian maupun kekerasan fisik terhadap korban, bahkan rekan-rekan korban sediri tidak mengetahui apa yang menyebabkan sehingga korban mengalami luka pada bagian kepala. Bahkan, Jumat sore itu sekitar pukul 16.00 WIT, tiga orang rekan korban pulang lebih awal dari TKP dan meninggalkan korban.

Meski penyidik telah mendapatkan keterangan sementara dari para saksi, namun kasus ini masih terus diselidiki untuk mengungkap penyebab kematian korban. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment