PT Freeport Bantah Rugikan Negara Rp185 T

Bagikan Bagikan
Riza Pratama
SAPA (TIMIKA) – Juru Bicara PT Freeport, Riza Pratama, Riza membantah jika telah terjadi pencemaran lingkungan akibat pembuangan tailing ke sungai dan masuk ke kawasan laut, yang menurut penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berpotensi menimbulkan kerugian negara mencapai Rp185 triliun. 

"Tailing kami manage (kelola) di daerah penampungan tailing, dan kami laporkan secara berkala kepada pemerintah," kata Riza kepada Salam Papua, Selasa (30/5).  Riza menanggapi hasil penilaian BPK yang menemukan adanya potensi kerugian negara sebesar Rp185 triliun yang ditimbulkan operasi PT Freeport Indonesia (PTFI). Potensi kerugian paling besar adalah dampak pembuangan pasir sisa tambang (tailing).

Riza mengatakan PT Freeport belum menerima secara resmi hasil pemeriksaan BPK dengan tujuan tertentu atas penerapan kontrak karya Freeport tahun anggaran 2013 hingga 2015 tersebut.

Meski begitu, Riza memastikan perusahaan tambang asal Amerika Serikat itu dalam waktu dekat akan berdiskusi dengan lembaga pemerintah terkait, menyangkut berbagai persoalan yang menimbulkan indikasi kerugian negara tersebut. 

"Tentu kami akan mendiskusikannya dengan lembaga-lembaga pemerintah terkait selama berhubungan dengan operasi PTFI," kata Riza. 

Menurut Riza, PT Freeport beroperasi di daerah dengan tantangan geografi yang sangat sulit. Selain itu, berbagai masalah dinamika sosial yang cukup kompleks. 

"Karena itu kami menerapkan program lingkungan hidup untuk memitigasi dan memonitor dampak-dampak tersebut," ujarnya.

Adapun BPK  menemukan setidaknya enam pelanggaran Freeport tentang lingkungan yang dituangkan dalam hasil pemeriksaaan penerapan kontrak karya perusahaan itu selama periode tahun anggaran 2013 hingga 2015. 

Dalam pemeriksaan BPK ditemukan penggunaan kawasan hutan lindung tanpa izin atas kegiatan operasional pertambangan Freeport seluas minimal 4.535,93 hektare. Terhadap temuan itu, Negara dianggap kehilangan potensi penerimaan negara bukan pajak (PNBP). (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment