PUK SPSI PTFI Diminta Pertimbangkan Aksi Mogok

Bagikan ke Google Plus
Robby Omaleng
SAPA (TIMIKA) – Politikus Partai Golongan Karya (Golkar) Robby Omaleng meminta pihak PUK SP KEP SPSI PTFI untuk mempertimbangkan aksi mogok yang terus berlanjut, hingga mengorbankan keluarga karyawan.  

“Aksi mogok di Freeport itu biasanya berkaitan dengan  Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) dan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Dimana mereka melihat pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat dan itu terjadi mogok, sehingga ada tawar menawar antara karyawan dan management dan itu yang berlaku dalam PT Freeport,”  kata Robby saat ditemui di Jalan Cenderawasih SP2, Senin (29/5).

Namun, yang terjadi saat ini pada pengurangan karyawan ketika pemerintah pusat menerbitkan UU PP no 1 tahun 2017  sangat berdampak dan itu wajar diambil oleh Menegement PT Freeport untuk pengurangan baik melalui program furlough, p-aket pensiun dini dan PHK. 

Menurut Robby, tiga kebijakan yang ditempuh manegemen PT Freeport itu tidak langsung diambil melainkan ada beberapa pertimbangan khusus misalnya kaitannya dengan PHK itu wajib dilakukan ketika karyawan tidak bekerja efektif. 

Sedangkan paket itu yang mana hasil inisiatif karyawan yang menginginkan tinggal di rumah dengan pertimbangan berdasarkan solidaritas dengan berbagai pertimbangan teman-teman sehingga mengorbankan keluarga.  

“Kasian kita tidak bekerja tidak bisa menjamin keluarga terus siapa yang menjamin keluarga kalau bukan kita, sehingga SPSI harus pertimbangkan itu,” kata Robby. 

Terkait dengan  dukungan karyawan terhadap Sudiro yang sementara dalam menjalani proses persidangan, Robby  mengatakan proses hukum Sudiro itu sudah jelas. 

“Siapapun warga negara Indonesia yang melakukan pelanggaran wajib menjalani proses hukum sehingga jangan mengaitkan masalah proses hukum dengan masalah Freeport.” ujarnya  

Menurut Robby, kalau memang kepedulian sesama pekerja dengan memebrikan dukungan moril silakan namun melalui jalur yang tepat. 

“Jangan terlalu berlebihan memberikan dukungan kepada indivisu namun melupakan keluarga dengan mengorbankan pekerjaan,” ujarnya. 

Robby mengajak seluruh pekerja untuk sama-sama menjaga aset ini sehingga bisa mendapatkan hak hidup dan menjamin hidup keluaga kita, jangan sampai sia-siakan kesempatan. Maka mari kembali bekerja untuk mendapatkan kehidupan kedepan yang lebih baik. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment