Rumah Tunggu Petugas Air di SP7 Rusak

Bagikan ke Google Plus
Pipa Air Bersih yang dikerjakan di SP 7
SAPA (TIMIKA) – Jendela Rumah Tunggu Petugas Air yang dibangun oleh Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Mimika pada 2016 lalu di Kampung Mulia Kencana (SP7), Distrik Iwaka mengalami kerusakan. Hal ini disampaikan Kepala Kampung Mulya Kencana, Samsul Bahri kepada Salam Papua di Kantor Redaksi Salam Papua, Jalan Elang, Kamis (18/5).

“Jendela itu sudah rusak, lama-lama kalau dibiarkan yang lain juga bisa rusak, bahkan tidak menutup kemungkinan mesinnya bisa hilang,” kata Samsul.

Kata dia, kerusakan yang terjadi tidak bisa Ia pastikan apakah karena kualitas pengerjan yang tidak bagus ataukah ada yang sengaja merusaknya. Karena ketika Ia meninjau ke lokasi rumah tunggu tersebut, jendela yang rusak itu sudah berada didalam rumah.

“Kalau jendelanya didalam, ya sudah pasti ada yang sengaja membuka, kalau tidak ya jendela itu harusnya jatuh di luar,” kata Samsul.

Tidak hanya jendela yang mengalami kerusakan, Samsul mengungkapkan pipa yang digunakan untuk saluran ke rumah warga juga sudah ada yang patah, dan itu disebabkan karena pengamannya tidak terjamin.

“Kerusakan-kerusakan itu sudah saya beritahukan kepada Bidang Cipta Karya, DPU,” ujar Samsul.

Samsul menjelaskan, pekerjaan rumah tunggu yang didalamnya berisi dinamo pendorong air ini, dilakukan bertahap sejak 2016 lalu dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Akan tetapi sampai saat ini pengerjaan tidak dapat dipastikan sudah selesai atau belum. Lanjutnya, pihak yang mengerjakan pekerjaan tersebut seharusnya memberikan pemberitahuan kepada dia (Samsul-Red), terkait pekerjaan tersebut apakah akan dihentikan karena sudah selesai, atau masih akan dilanjutkan.

“Mereka kerja ini memang bertahap. Sekarang ini saya lihat mereka sudah tidak kerja, tapi saya belum bisa pastikan pekerjaannya sudah selesai atau belum, karena belum ada penyerahan dari dinas,” tuturnya.

Ia menuturkan, sampai pada awal Mei lalu, pihak pekerja sempat menginformasikan kepadanya, bahwa akan dilakukan pembangunan tangga. Akan tetapi setelah selesai kerja, mereka tidak lagi menginformasikan apakah sudah selesai atau belum.

Tidak hanya itu, Samsul mengungkapkan, sejak pekerjaan pembangunan rumah tunggu tersebut dilakukan tahun lalu, dirinya tidak pernah melihat papan proyek yang dipasang seperti pada pembangunan-pembangunan pada umumnya. Lanjutnya, pembangunan tersebut ada atau tidaknya Ijni Membangun Bangunan (IMB) atau tidak juga tidak diketahuinya.

“Kalau ada papan proyek ya bisa kita ketahui ini kerjanya dari dan sampai kapan? Anggarannya berapa? Yang kerja CV atau PT apa? Kontraktornya saja saya belum ketemu langsung,” ungkap Samsul.

Ia berharap, kalaupun pengerjaannya sudah selesai, DPU bisa segera menyerahkannya kepada pemerintah agar pihak pemerintah kampong juga bisa mengambil alih jika memang ada kerusakan seperti itu.

“Jangan sampai nanti ada rusak baru bilang sudah serahkan ke kepala kampong atau masyarakat lagii,” tuturnya.

Samsul menambahkan, sampai saat ini juga masyarakat Kampung Mulya Kencana juga belum menikmati air bersih. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment