Serikat Pekerja Freeport Perpanjang Aksi Mogok

Bagikan Bagikan
Karyawan PT FI saat memperingati Hari Buruh Beberapa waktu yang lalu
SAPA (TIMIKA) - Serikat pekerja di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) akan memperpanjang aksi mogok kerja selama sebulan. Dimana aksi mogok kerja tahap pertama  sudah berlangsung sejak 1 Mei dan akan berakhir 30 Mei mendatang.

Ketua Bidang Organisasi Pengurus Unit Kerja (PUK) SPKEP SPSI PT Freeport, Yapet Panggala, mengatakan rencana memperpanjang aksi mogok kerja.
Yapet mengemukakan, keputusan untuk memperpanjang aksi mogok kerja ini yaitu mengingat belum adanya kesepakatan antara manajemen PT Freeport dengan serikat pekerja.

"Sampai saat ini komunikasi serikat dengan pihak manajemen belum ada titik temu, dengan demikian  masing-masing pihak masih pada posisinya, termasuk aksi mogok saat ini," jelasnya.

Menurutnya, langkah manajemen PT Freeport melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) ribuan karyawan yang mengikuti aksi mogok dalam rangka memperjuangkan keadilan, merupakan tindakan semena-mena dan dilakukan secara sepihak.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPKEP SPSI Kabupaten Mimika, Aser Gobai, menegaskan serikat pekerja sedikitpun tak gentar dalam menghadapi ancaman PHK dari Manajemen PT Freeport Indonesia.

"Aksi (mogok kerja) ini akan berjalan sampai ada kesepakatan. Kami tidak akan mundur," tegas Aser kepada wartawan di Timika, pekan lalu.

Aser membantah anggapan bahwa aksi mogok kerja tersebut tidak sesuai aturan. Menurutnya, masalah sah atau tidaknya aksi mogok kerja bukan ditentukan sepihak oleh manajemen PTFI ataupun serikat pekerja.

"Tidak sah itu menurut manajemen, tapi menurut kami kan lain. Yang bisa memutuskan sah tidaknya itu kan adalah pengadilan," katanya.

Untuk diketahui, manajemen PT Freeport pertanggal 19 Mei 2017 telah melakukan PHK terhadap 2.209 karyawannya sebagai konsekuensi dari aksi mogok kerja sejak 1 Mei 2017 yang masih sementara berlangsung hingga saat ini.

Adapun aksi mogok kerja menyusul kebijakan manajemen PT Freeport merumahkan ribuan karyawannya secara sepihak. Manajemen dengan serikat pekerja belum menyepakati poin pernyataan bahwa karyawan yang mengikuti aksi mogok harus kembali bekerja 'tanpa PHK'. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment