Sidang Sudiro Ditunda Satu Minggu

Bagikan Bagikan
Fransiscus Y Babthista
SAPA (TIMIKA) - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika menunda sidang perkara dugaan penggelapan yang menjerat Sudiro (48) sebagai terdakwanya, Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK) SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia (FI).

Sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi (ke-5), Senin (22/5) kemarin, terpaksa ditunda lantaran terdakwa Sudiro dilaporkan dalam keadaan sakit dan harus menjalani perawatan medis.

Humas PN Kota Timika yang juga Anggota Majelis Hakim perkara ini, Fransiscus Y Babthista, mengatakan, sidang Sudiro ditunda selama satu minggu. Rencana akan kembali digelar pada Senin (29/5) pekan depan. 

"Iya benar (sidang ditunda). Berdasarkan surat dari dokter, bahwa Sudiro sakit sehingga persidangan ditunda sampai hari Senin depan," kata Fransiscus saat dikonfirmasi Salam Papua, Senin (22/5).

Meski tidak dijelaskan secara detail mengenai penanganan medis dan kondisi terakhir Sudiro, Fransiscus memastikan jika yang bersangkutan sementara masih dirawat di Timika.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika, Maria Masella dan Yohannes Aritonang, sedianya Senin kemarin akan menghadirkan tiga saksi, yaitu selaku Bendahara PUK SPKEP SPSI PT Freeport.

Pada sidang sebelumnya, Jumat 19 Mei 2017, Bendahara PT Freeport, Sugianta, telah dihadirkan sebagai saksi untuk memberikan keterangan mengenai mekanisme pemotongan dan besaran iuran yang disetor karyawan ke rekening serikat pekerja. 

Sementara Bendahara I PUK SPKEP SPSI PT Freeport, Supardianta, juga sempat dihadirkan pada sidang pekan lalu. Namun pemeriksaan kepada yang bersangkutan belum selesai dan masih akan dilanjutkan pada sidang berikutnya.

Fransiscus mengatakan, total sudah tujuh saksi dari 15 saksi yang diajukan JPU telah dihadirkan untuk memberikan keterangan. Termasuk mantan Ketua Pimpinan Cabang (PC) SPKEP SPSI Mimika, Virgo Solossa, selaku saksi pelapor. 

"Jadi total 15 saksi yang diajukan JPU, baru 7 yang diperiksa. Sedangkan Penasehat Hukum terdakwa sebelumnya mengajukan sekitar 50an saksi," katanya.

Dalam perkara ini, Sudiro didakwa menggelapkan iuran organisasi yang dipimpinnya sebesar Rp3,3 miliar yang mestinya disetor ke PC SPSI Mimika. Dia dijerat Pasal 374 KUHPidana jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman lima tahun penjara. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment