Tahun Ini Tidak Ada Pembangunan Sekolah Baru

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Mengingat banyaknya bangunan sekolah baik SD maupun SMP, khususnya dipedalaman dan dinilai mubazir, maka pada tahun 2017 ini Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika tidak membangun sekolah baru. Tahun ini Dispendasbud akan lebih fokus pada pemanfaatan sekolah-sekolah yang sudah dibangun.

Kepala Dispendasbud (Kadispendasbud) Mimika, Jenni O. Usmany mengatakan pembangunan sekolah baru di semua tempat sudah tidak lagi dilakukan, melainkan lebih kepada penambahan tenaga pengajar. Hal itu dikarenakan jika ditempatkan tenaga pengajar maka akan bisa men-survei kapasitas jumlah calon murid yang akan diajarkan.

“Karena selama ini kita tempatkan guru juga tapi mau ajar siapa, karena tidak ada murid. Makanya itu kami tidak akan bangun sekolah lagi, kasihan buang-buang anggaran kalau tidak dipakai,” tuturnya.

Salah satu contoh  SD Inpres 1 Uta, Distrik Mimika Timur Tengah. SD tersebut memiliki tujuh tenaga pengajar dari Aparat Sipil Negara (ASN), akan tetapi mereka jarang mengajar disebabkan kekurangan murid. Selain itu masih ada juga beberapa sekolah lainnya yang hanya memiliki guru namun tidak memiliki murid, sebab dari sekian banyak anak usia sekolah yang ada kebanyakan memilih untuk mengikuti orang tua berburu atau mencari hasil laut, dalam hal ini mencari nafkah.

“Kan sia-sia kalau begitu. Makanya selanjutnya kami akan gencar menyadarkan seluruh orang tua untuk tidak mengijinkan anak mereka ikut dalam aktifitas mereka yang selalu berpindah tempat,” katanya.

Dengan demikian, modifikasi model pendidikan akan terus dilakukan Dispenmen, salah satu cara adalah pengantian model pendidikan khusus pedalaman, yakni dengan cara menggunakan tempat-tempat lain, artinya bukan gedung sekolah yang dipakai sebagai tempat pertemuan antara murid dan guru, melainkan menggunakan tempat seperti gereja, balai kampung dan tempat-tempat lainnya. Itu sehingga dinas tidak harus membangun gedung sekolah baru di setiap wilayah yang hanya membuang-buang anggaran. 

“Pembangunan sekolah baru selanjutnya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika di satu wilayah banyak anak-anak yang mau bersekolah maka akan dibangun,” jelasnya. (Acik N) 
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment