Tiga Bendahara SPSI Freeport Berikan Kesaksian

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) -  Tiga Bendahara PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia akan dihadirkan dalam sidang perkara dugaan penggelapan dengan terdakwanya Sudiro (48), di Pengadilan Negeri (PN) Kota Timika, hari ini, Jumat (19/5). 

"Diperintahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU) untuk menghadirkan saksi (tiga bendahara PUK SPSI Freeport) dalam sidang selanjutnya," demikian kata Ketua Majelis Hakim, Relly D Behuku, pada sidang sebelumnya pekan lalu.

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi tersebut pada Senin 15 Mei lalu sempat ditunda, lantaran salah satu anggota Majelis Hakim, Fransiscus Y Babthista, dalam keadaan sakit dan harus menjalani perawatan medis di Jayapura.

Sementara itu Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Mimika, Kompol I Nyoman Punia, mengatakan pihaknya telah menyiapkan personil gabungan TNI dan Polri sebanyak dua kompi (200 personel) guna mengamankan jalannya proses persidangan. 

"Tentu kami lakukan pengamanan. Untuk sidang berikut ini kami tetap siapkan dua kompi pasukan untuk pengamanan, baik itu pengamanan di luar maupun di ruang sidang," katanya kepada wartawan di Timika, Kamis (18/5). 

Menurut I Nyoman, pola pengamanan diterapkan sama seperti pada sidang-sidang sebelumnya. Aparat akan tetap memasang kawat duri (security barrier) untuk menutup sementara akses jalan depan Kantor PN Kota Timika. 

Sidang Sudiro kini telah memasuki agenda pemeriksaan saksi yang ketiga. Sekitar lima saksi telah diperiksa termasuk saksi pelapor yang juga mantan Ketua PC SPKEP SPSI Kabupaten Mimika, Virgo Henry Solossa. 

JPU Maria Masella dan Yohannes Aritonang rencananya akan menghadirkan 17 saksi. Sedangkan Penasehat Hukum Sudiro, Wahyu H Wibowo dan Sharon Fakdawer mengajukan sekitar 50an saksi.

Mengingat banyaknya saksi yang akan dihadirkan kedua pihak, Majelis Hakim diketuai Relly D Behuku, didampingi Hakim Anggota masing-masing Fransiscus Y Babthista dan Steven Walukouw telah menetapkan agenda persidangan dilaksanakan dua kali dalam seminggu (Senin dan Jumat). 

Dalam perkara ini, Sudiro didakwa menggelapkan iuran organisasi dipimpinnya sebesar Rp3,3 miliar yang mestinya disetor ke PC SPSI Mimika. Dia dijerat Pasal 374 KUHPidana jo Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana dengan ancaman lima tahun penjara. (Sevianto Pakiding)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment