Tokoh Perempuan Pertanyakan Pelapasan baliho Oleh Distako

Bagikan Bagikan
Mina Weya
SAPA (TIMIKA) - Salah satu Tokoh Perempuan (Toper) Dani-Tolikara Mina Weya mempertanyakan baliho-baliho yang dilepas oleh Dinas Tata Kota (Distako) dan Satpol PP Kabupaten Mimika. Pertanyaan ini dikarenakan tidak ada pemberitahuan atau sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat pemilik spanduk.

"Kenapa mereka lepas spanduk-spanduk tanpa beritahu kami?," tanya Mina Weya saat ditemui wartawan di kediamannya di Jalan Yos Sudarso, Rabu (24/5).

Mina menjelaskan, dirinya menghargai apa yang dilakukan oleh pihak Distako dan Sat Pol PP, apabila spanduk yang dipasang merusak keindahan atau berkaitan dengan penegakan aturan. Namun sebelum dibongkar harus disampaikan kepada pemilik spanduk terkait maksud dan tujuan spanduk-spanduk tersebut.

"Kalau mengikuti aturan dari pemerintah pasti kami akan ikut. Tapi sebelum bongkar spanduk harus ada sosialisasi kepada masyarakat, karena kita tidak tahu,”tuturnya.

Sebelumnya, Kadistako, Yohanis Batto mengatakan, Distako dan Satpol PP Kabupaten Mimika mulai Selasa (23/5) mulai menertibkan baliho, baik partai Politik (Parpol), milik usaha dan umbul-umbu. Penertiban ini dilakukan, karena dinilai sangat tidak beraturan di beberapa ruas jalan kota Timika.

Dijelaskan, pemasangan seluruh jenis baliho seharusnya atas ijin Distako. Dari ijin tersebut, pihaknya akan menentukan tempat atau titik yang dipebolehkan untuk memasang baliho tersebut. Namun sekarang ini, baliho dengan bebas terpasang dan dinilai sangat mengganggu, seperti terlihat di Bundaran Timika Indah.

“Terkait hal tersebur menurut Batto, pihaknya telah mengambil langkah untuk bekerjasama dengan Satpol PP dalam melakukan penertiban,”ujarnya.

Sementara Kasatpol PP Kabupaten Mimika, S. Marandof ketika dikonfirmasi mengakui, pihaknya telah melaksanakan penertiban usai mendapatkan koordinasi dan surat resmi dari Bupati Eltinus Omaleng, SE. MH. Penertiban dilakukan secara merata tanpa tebang pilih. Sebab sesuai himbaun Bupati pemasangan baliho Parpol harus serentak dilaksanakan menjelang Pilkada. 

“Hari ini (kemarin,red) kita sudah laksanakan, karena itu perintah Bupati dan sudah ada surat resmi daro Distako,”ungkapnya. (Ricky Lodar)                    

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment