Ustadzah Fitriani Najib : Di Media Apapun Membaca Al Quran Tetap Berpahala

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat muslim untuk membaca Al-Quran. Dan dijaman ini kemajuan teknologi tidak dapat dibendung lagi, sehingga Al-Quran tidak hanya bisa dibaca pada mushaf (naskah kuno/koleksi lembar Al Quran) tetapi juga bisa dibaca pada media-media tertentu baik di Coompact Disc (CD) maupun pada aplikasi Al Quran yang ada pada telepon pintar, dan hal ini sama sekali tidak mengurahi pahala dalam membaca Al Quran.

“Insya Allah dimanapun medianya akan sama mendapatkan pahala,” demikian dikatakan Ustadzah Fitriani Najib saat dihubungi Salam Papua melalui telepon selulernya, Selasa (30/5).

Ustadzah Fitri menjelaskan, Mushaf merupakan materi yang digunakan untuk mengumpulkan Al-Quran yang sesuai dengan urutan ayat dan suratnya, dalam bentuk tulisan seperti pada mushaf yang disepakati umat islam di zaman Khalifah Utsman bin Affan radhiallahu’anhu. 

Hal ini tentu mencakup semua jenis mushaf, Baik mushaf kuno, seperti mushaf yang terbuat dari kertas, yang merupakan kumpulan lembaran, tertulis huruf-huruf Al-Quran, yang ditutup dua sampul. Maupun mushaf model baru seperti mushaf yang termuat dalam chip atau yang tersimpan di CD, termasuk huruf timbul yang digunakan dengan jarum Braille untuk menulis di kertas-kertas khusus penyandang tunanetra. 

Sambungnya, apabila mushaf elektronik memiliki bentuk yang berbeda dengan mushaf lembaran kertas, baik susunannya dan penampilan hurufnya seperti ini keadaan aslinya, maka itu tidak dihukumi sebagaimana mushaf kertas, kecuali setelah aplikasi Al-Quran di alat ini dihidupkan, sehingga tampak ayat Al-Qurannya.

“Jika teks mushaf dalam alat telah nampak, dengan tulisan yang bisa dibaca, maka membaca mushaf ini sama saja dengan membaca mushaf di kertas,” jelansya. 

Dikatakan, sebagaimana telah dijanjikan dalam sebuah hadis dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah (Al Qur’an) maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan 10 kali lipat. Tidak kukatakan aliflammim itu satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf. (Dikeluarkan At Tirmidzi Dalam Fadhailul Qur’an No 2910. Dinilai shahih oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ No 6469).

Akan tetapi Ustazah Fitri menambahkan, ada satu hadis dari Abdullah bin mas’ud yang artinya, Barangsiapa yang ingin bahagia karena dirinya yakin telah mencintai Allah dan RasulNya maka hendaknya ia membaca dengan mushaf Al-Qur’an. (Dikeluarkan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No 2027. Dinilai shahih oleh Al Albani dalam Assilsilah Ash Shahihah No. 2342).

“Boleh membaca Al Quran dengan menggunakan handphone, tetapi ketika membaca Al Quran langsung ada nilai tersendiri,” tambahnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment