Ustadzah Fitriani Najib : Manfaat Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Bulan Ramadhan merupakan waktu-waktu terbaik untuk mencari pahala dan memohon ampun kepada Allah SWT. Salah satu cara untuk meraihnya adalah dengan memperbanyak sholat malam. Hal ini disampaikan salah satu Srikandi Muslimah Mimika, Ustadzah Fitriani Najib saat diwawancarai Salam Papua, Senin (29/5).

Ustadzah Fitri mengatakan, salah satu sholat malam yang dianjurkan untuk tidak ditinggalkan selama bulan Ramadhan ialah sholat tarawih, yang mana sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW (Sunnah Muakadah). Rasulullah SAW menganjurkan untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan memperbanyak sholat. Lanjutnya, Nabi Muhammad SAW. Bersabda, “Siapa yang mendirikan shalat di malam Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan, maka ia diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” (Muttafaq Alaih).

“Abu Hurairah R.A. menceritakan, Nabi Muhammad SAW, sangat menganjurkan qiyam Ramadhan dengan tidak mewajibkannya,” kata Ustadzah Fitri.
Dijelaskan, sholat tarawih juga memiliki keutamaan dan ganjaran yang sangat besar sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadits shahih. Diantaranya, oleh Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, Imam An-Nawawi Rahimahullah, Imam Abu Thayyib Muhammad Syamsuddin Abadi Rahimahullah, Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah.

Ia menyebutkan, dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah SAW. Bersabda Barangsiapa yang shalat malam pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu. (HR. Bukhari No. 37, Muslim No. 759). Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu, dari Nabi saw bersabda Barangsiapa yang shalat malam ketika lailatul qadar karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu. (HR. Bukhari No. 1901, Muslim No. 760, ini lafazh Bukhari).

Lanjutnya, Imam An-Nawawi Rahimahullah berkata mengomentari hadits diatas, shalat malam pada bulan Ramadhan yang tidak bertepatan dengan lailatul qadar dan tidak mengetahuinya, merupakan sebab diampuni dosa-dosa. Begitu pula shalat malam pada bulan Ramadhan yang bertepatan dan mengetahui lailatul qadar, itu merupakan sebab diampuni dosa-dosa, walau pun dia tidak shalat malam pada malam-malam lainnya. (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, 6/41)

Tidak hanya itu, Imam Abu Thayyib Muhammad Syamsuddin Abadi Rahimahullah berkata dalam kitabnya, ‘Aunul Ma’bud, (Dengan keimanan) maksudnya adalah dengan keimanan kepada Allah, dan meyakini bahwa hal itu merupakan taqarrub kepada Allah Taala. (Ihtisab) maksudnya adalah mengharapkan bahwa apa yang dilakukannya akan mendapat pahala dari Allah, dan tidak mengharapkan yang lainnya, (‘Aunul Ma’bud, 4/171). Begitu pula yang dikatakan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah, yang dimaksud ‘dengan keimanan’ adalah keyakinan dengan benar terhadap kewajiban puasanya, dan yang dimaksud dengan ‘ihtisab’ adalah mengharap pahala dari Allah Taala, (Fathul Bari, 4/115).

Ustadzah Fitri menambahkan, para perawi meriwayatkan dr Aisyah R.A, Rasulullah SAW tidak mengerjakan shalat malam lebih dari 11 rakaat, baik di bulan Ramadhan maupun selain di bulan Ramdahan. Sholat tarawih boleh dikerjakan berjamaah, boleh juga di kerjakan sendiri. 

“Tetapi menurut mayoritas para ulama, sholat tarawih secara berjamaah di Masjid adalah lebih utama,” tuturnya. (Anya Fatma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment