7 Kasus Narkoba Ditangani Satreskoba Polres Mimika

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Sejak Januari hingga Mei 2017 sedikitnya sudah ada tujuh kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba ditangani Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Mimika. Sementara yang masih dominan hingga kini adalah narkoba dengan jenis sabu-sabu. 

“Kalau di Timika ini paling dominan kasus sabu,” kata Kepala Satreskoba Polres Mimika, Iptu Laurentius Kordiali saat ditemui awak media diruang kerjanya, Kantor Pusat Pelayanan Masyarakat Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, Jumat (16/6).

Pada kesempatan itu Kordiali mengungkapkan bahwa peredaran narkoba dengan jenis sabu di Kota Timika memiliki dua jaringan besar dari daerah luar Timika, yakni jaringan dari Makassar dan Madura. 

Rata-rata menurut dia, para pengedar mendatangkan barang haram tersebut ke Timika menggunakan jasa pengiriman udara dan menjualnya dengan harga yang cukup tinggi.

Para pengedar jenis sabu ini menjadikan warga kelas ekonomi menengah ke atas sebagai target pasar mereka. Sedangkan untuk narkoba jenis ganja sendiri, rata-rata menyasar kepada warga kalangan ekonomi menengah ke bawah termasuk pelajar, dikarenakan harganya yang relatif murah.

Sementara untuk jenis obat-obatan terlarang seperti Somadril dan Dextro, kata Kordiali, selain menyasar kepada pelajar juga menyasar kepada mereka para wanita dan pria pekerja di tempat hiburan malam.

Selanjutnya untuk kasus terakhir yang ditangani jajaran Satreskoba Polres Mimika adalah kasus kosmetik palsu. Dimana dalam kasus baru kali pertama ditemukan di Kota Timika ini, seorang wanita berinisial Y ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti menggunakan bahan merkuri dalam meracik kosmetik buatannya. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment