Arus Lalulintas di Simpang Jalan Cenderawasih-Budi Utomo Semrawut

Bagikan Bagikan
Situasi di persimpangan Jalan Cenderawasih-Budi Utomo
SAPA (TIMIKA) – Sampai saat ini traffic light (lampu Lalulintas,red) yang ada di persimpangan Jalan Cenderawasih-Budi Utomo tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi ini membuat arus Lalulintas di kawasan tersebut menjadi semrawut (tidak teratur,red) dan sangat meresahkan para pengendara.

Salah satu pengemudi mobil box, Sharil mengatakan, sebagai sopir mobil box yang memuat sembilan bahan pokok (sembako) selalu melintasi jalan-jalan yang ada di Kota Timika. Salah satunya adalah melalui persimpangan Jalan Cenderawasih-Budi Utomo, yang biasa masyarakat sebut persimpangan Diana. Dan setiap melintas dikawasan tersebut, dirinya selalu was-was atau merasa resah. Ini karena tidak adanya traffic light yang mengatur arus Lalulintas.

“Saya setiap melintasi persimpangan itu, selalu resah. Karena tidak ada lampu merah (traffic light),”katanya kepada Salam Papua di bilangan Jalan Cenderawasih, Jumat (30/6).

Ia menjelaskan, keresahan yang dirinya rasakan ini sangat beralasan. Pasalnya, pada beberapa hari lalu, dirinya nyaris bersenggolan dengan pengendara sepeda motor. Hal ini dikarenakan adanya keraguan melintasi cabang tiga tersebut.

"Kebanyakan pengendara roda dua dan empat, kalau sudah disimpang itu pasti saling harap. Siapa dan arah mana yang mau lewat dahulu. Kasihan kalau keadaannya seperti itu terus, karena bisa-bisa saling tabrakan. Ini saya alami empat hari lalu, yang nyaris menabrak pengendara sepeda motor, arena sama-sama ragu mau lewat,"tuturnya.

Hal yang sama juga disampaikan Marwan, seorang tukang ojek pangkalan disekitaran persimpangan tersebut. Menurut Marwan, jika memang pekerjaan lanjutan Jalan Cenderawasih masih lama dikerjakan, maka seharusnya pemerintah memasang kembali traffic light tersebut, agar keselamatan pengendara bisa terjamin.

"Kalau misalnya pekerjaan jalan belum dilanjutkan. Lebih bagus traffic light dipasang saja, supaya tidak ada korban berjatuhan disitu,"ungkap Marwan.

Sedangkan pemilik rumah makan di sekitaran simpang tiga tersebut yang enggan untuk disebutkan namanya mengakui, sejak traffic light dibongkar 2016 lalu, dirinya hampir setiap hari melihat pengendara saling menyalahkan satu sama lain. Dan sering antara kendaraan roda dua dan empat bersenggolan atau rem secara mendadak.

"Setiap hari dikawasan itu, selalu ada orang saling teriak karena kaget. Apalagi saat hujan, selalu saja ada orang bertengkar, bahkan nyaris saling pukul,"ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Mimika, Robert Mayaut saat ditemui Wartawan beberapa waktu lalu di Graha Eme Neme Yauware (ENY) mengakui, pengerjaan lanjutan pelebaran Jalan Cenderawasih merupakan prioritas yang akan dikerjakan, setelah adanya penetapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2017. 

Lanjutnya, dari hal tersebut, maka pemasangan lampu rambu akan dilakukan usai pengerjaan Jalan Cenderawasih. Dan yang bertanggungjawab untuk pemasangan lampu rambu adalah Dinas Perhubungan.

"Lampu merah itu tugasnya Dinas Perhubungan. Kalau misalnya jalan sudah dikerjakan, sudah pasti lampu merah juga akan ada. Tidak mungkin mau dipasang sebelum jalanannya belum selesai dikerjakan. Karena yang jelas saat jalan dibongkar pasti tiang lampu juga dibongkar,"tutur Roberth. (Acik).
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment