Awal Oktober Ijin Miras Berakhir

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng, SE,MH, memastikan mulai 1 Oktober mendatang ijin peredaran minuman keras (miras) bagi pengusaha yang memilki ijin atau pun yang tanpa ijin akan harus berakhir, sebab miras merupakan salah satu faktor yang merenggut banyak nyawa orang Papua, melalui tabrakan, peperangan dan pembunuhan.

Saat diwawancarai di Pandopo Rumah Negara, Jalan Cenderawasih, SP 3, Distrik Kuala Kencana, Selasa (13/6) Bupati Omaleng mengakui, untuk dua pemasok besar miras di Timika sudah diperingati agar mulai bulan yang ditentukan pasokan dan penjualan miras harus dihentikan.

"Kami sudah peringati B bersaudara dan YS karena dua itu saja yang pungai ijin. Tapi mereka beralasan harus selesaikan yang di gudang dan selanjutnya akan berhenti," tuturnya.

Menurut Bupati , dalam tahun berjalan Tim dari Provinsi atas perintah Gubernur  Papua akan datang untuk menyisir peredaran miras. Dengan demikian dipastikan di Mimika akan bebas dari miras. Selanjutnya menurut Bupati, yang perlu diperhatikan Pemkab Mimika adala minuman lokal (milo) berupa cap tikus dan sejenisnya.

Selain pemberhentian Miras, pemkab Mimika pun akan membatasi pasokan bahan makanan dari luar wilaya Mimika yang dipergunakan oleh PT Pangan Sari Utama (PSU) sehingga pemanfaatan akan hasil karya petani lokal khusus mama-mama Timika bisa diberdayakan.

"Kasihan kita punya mama-mama sebagai petani ini, kalau sayur dan yang lainnya tidak laku di pasar maka dibuang percuma. Nanti PSU harus benar-benar gunakan bama lokal, bukan dari daerah lain,"ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment