Bagian SDM Akan Mendata Mahasiswa Penerima Beasiswa

Bagikan Bagikan
Hengky Amisim
SAPA (TIMIKA) – Agar lebih akurat data jumlah mahasiswa penerima beasiswa program khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan pendidikan tinggi (Dikti), yang mana disalurkan melalui Dinas Pendidikan Menengah (Dispenmen), Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkab Mimika akan melakukan pendataan penerima beasiswa Pemkab Mimika yang tersebar dibeberapa kota di Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) SDM Pemkab Mimika, Hengky Amisim yang diwawancara awak media diruang kerjanya Kantor Pusat Pemerintahan, Rabu (7/6), mengakui bahwa mahasiswa Mimika yang berada di perguruan tinggi dan tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti Bandung, Bogor, Malang dan Bali, merupakan penerima beasiswa campuran dari program lain, seperti Dispenmen dan Dinas Pertanian.

“Kami akan mendata ulang supaya bisa terdata dengan baik. Kalau memang ada yang menerima beasiswa dari program afirmasi, dari Dispenmen, maka itu akan dihapus dari data kami dan bukan tanggung jawab kami,” ungkapnya.

Terkait pendataan ini, bagian SDM juga akan membuat jaringan khusus yang terhubung dengan sistem online, sehingga bagian SDM bisa dengan mudah melakukan pendataan serta koordinasi dengan mahasiswa dan pengelola tanpa harus mengecek langsung ke tempat dimana mahasiswa kuliah.

Namun kata Hengky, utnuk waktu pendataan pihak masih belum dapat memastikannya, tetap hal ini sudah diagendakan dalam tahun 2017 ini, karena hal tersebut harus dilakukan dan fokus agar tidak terjadi kesamaan data dan pendobelan penerimaan beasiswa, termasuk agar bisa mengetahui adanya mahasiswa yang sudah putus kuliah namun masih disalurkan beasiswanya.

 “Jangan sampai ada nama yang sudah terima dari jalur dikti, terus terima juga dari program pemkab. Juga jangan sampai kita terus salurkan beasiswa ternyata mahasiswa yang bersangkutan sudah putus kuliah,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Hengky, hal yang sama juga terjadi pada pengiriman mahasiswa melalui Dinas Pertanian ke Institut Pertanian Bogor (IPB), dimana pihaknya akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk meminta data riil nama-nama mahasiswa yang dibiayai oleh dinas terkait, sehingga tidak terjadi kesamaan nama penerima dengan yang terdata di bagian SDM.

“Kami juga akan koordinasi dengan dinas-dinas terkait supaya melihat data nama-nama mahasiswa yang mereka biayai. Kalau ada yang sama, langsung kita blokir rekeningnya,” kata Hengky. (Acik Nasma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment