Baru Dua Pemohon Ajukan Adopsi Bayi

Bagikan Bagikan
Ipda Vany Silvia
SAPA (TIMIKA) - Kanit PPA Polres Mimika, Ipda Vany Silvia Tahapari menyampaikan bahwa sejauh ini baru dua orang pemohon yang mengajukan untuk adopsi bayi malang yang dibuang di Kompleks Irigasi Jalan Hasanuddin beberapa waktu lalu. 

"Sejauh ini baru dua yang mengajukan dan itu masih di tampung dulu yang kemudian akan di seleksi sesuai kriteria khusus dalam mengadopsi anak," kata Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan melalui Kanit PPA Polres Mimika, Ipda Vany Silvia Tahapari kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (13/6)

Menurut Vany, dua orang tersebut belum memenuhi syarat karena pemohon yang satu anaknya sudah ada lima dan pemohon yang satunya belum memenuhi kriteria karena jangka waktu belum punya anak belum terpenuhi.

"Pengadilan Negeri saat ini masih memilah-milah siapa yang masuk kriteria itu, sementara waktu yang telah ditentukan adalah enam bulan,"jelasnya.

Vany mengungkapkan, untuk kondisi bayi X yang ditemukan di Irigasi sekarang ini masih berada di rumah aman. 

"Kondisinya sehat karena baru beberapa hari lalu saya ketemu bayinya dan juga ibu pengasuhnya," tuturnya.

Lanjutnya, untuk sementara bayi ini masih dalam pengawasan P2TP2A melalui rumah aman Pemberdayaan Perempuan.

Selain itu, menurut Vany beberapa waktu lalu ada laki-laki yang mengaku bahwa dia adalah bapaknya dan ia sudah ketemu dengannya sebanyak tiga kali.

"Dia datang dengan mengatakan bahwa dia bapaknya dan mengatakan bahwa ibunya sudah pergi meninggalkannya dan pukul 17.00 WIT dia di buang," kata Vany.

Menurut Vany, laki-laki itu berbohong karena bayi tersebut di buang sekitar pukul 11.00 WIT bukan pukul 17.00 WIT.

"Dari pernyataan itu saya tidak percaya sehingga saya katakan bahwa polisi itu bekerja dan tidak serta merta percaya bahwa bapak adalah ayah kandungnya. Kami minta bapak itu harus membawa bukti yang menguatkan. Namun sejak itu bapak yang mengaku ayah kandung bayi tersebut tidak pernah datang lagi,"ujarnya. (Markus Rahalus)                        

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Dsar hukum adopsi anak ialah uud 1945 pasal 34:2, uu no 11 th 2009, uu no 35 th 2014, pp no 36 th 1990, pp no 54 th 2007, & permensos no 110/huk/2009. Instansi pertama kali yg berperan dlm hal ini ialah dinsos mlalui peksos bru kmudian dimohonkan penetapan melalui pengadilan negeri.org yg pernah mengajukan permohonan ini telah ditolak krn tdk memenuhi syarat material. Setau sy pengadilan tdk pernah memilah milah tkait hal ini. Smua pihak harus mngacu pada atuan hukum di atas.

    ReplyDelete