Belum Ditahan Polisi, Tersangka Kasus Kosmetik Palsu Wajib Lapor

Bagikan ke Google Plus
Iptu Laurentius Kordiali
SAPA (TIMIKA) – Hingga kini kepolisian belum menahan tersangka kasus kosmetik palsu yang menggunakan barang berbahaya dalam meracik kosmetik olahan serta tidak memiiki izin edar. Ternyata saat dikonfirmasi, yang bersangkutan dikatakan berstatus tahanan kota yang wajib melapor diri. 

“Yang bersangkutan kooperatif dengan petugas, tidak ada masalah, proses hukum tetap jalan," kata Kepala Satrekoba Polres Mimika, Iptu Laurentius Kordiali kepada wartawan di Mako Polres 32, Senin (19/6).

Kordiali mengatakan, pihaknya masih melengkapi berkas perkara terkait kasus ini, kemungkinan besar usai libur lebaran barulah berkas perkara akan diserahkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika.

Tersangka Y sendiri dijerat dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Setelah melewati penelitian Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Papua, tersangka Y terbukti menggunakan zat merkuri dalam merakik kosmetik buatannya.

“Dari tiga krim wajah dan dua krim body yang kita kirim ke BPOM, semuanya mengandung bahan terlarang merkuri,” ungkap Kordiali

Berdasarkan keterangan ahli dari BPOM Papua, merkuri merupakan zat karsinongenik yang dapat menyebabkan kanker dan zat teratogenik yang dapat menyebabkan cacat janin dalam masa kehamilan. Efek lainnya, merkuri dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment