Berkas Dugaan Korupsi Insentif Guru Masih Diperiksa Jaksa

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Berkas perkara kasus dugaan tindak pidana korupsi dana Tunjangan Tambahan Pengahasilan (TTP) atau yang disebut juga dana insentif guru, saat ini masih diperiksa oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika setelah sebelumnya diserahkan setelah dilengkapi oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Mimika.

“Terkait kasus insentif guru hingga kini berkas masih di jaksa untuk diteliti lebih lanjut,” ujar Kapolres Mimika, AKBP Victor D Mackbon, SH., SIK., MH., M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan, SIK saat dikonfirmasi awak media, Jumat (2/6).

Menurut Dion, sampai saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk lanjut dari jaksa. Jika nanti setelah diteliti jaksa dan berkas dinyatakan lengkap, maka pihaknya akan segera melakukan tahap dua dengan menyerahkan para tersangka ke Kejari Timika.

Kasus dugaan korupsi dana insentif guru di lingkup Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika terjadi pada tahun 2015.

“Kasus insentif guru masih dalam penelitan tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) secara intensif, karena berkas banyak,” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Timika, Alex Sumarna, SH., MH saat ditemui beberapa waktu lalu di Lapangan Timika Indah. 

Menurut Kajari, tim JPU harus intensif meneliti satu persatu berkas kasus dugaan korupsi tersebut, dikarenakan banyaknya saksi sehingga berkas pun banyak dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Namun, Kajari berjanji terkait kasus ini pihaknya tetap bekerja secara profesional. 

Diketahui dalam kasus ini penyidik tipikor Polres Mimika menetapkan tiga orang tersangka, yakni UO, IY dan NT. Belum lama ini penyidik kembali menambahkan satu tersangka baru yang hingga kini belum disampaikan inisial yang bersangkutan.

Kasus dugaan korupsi dana insentif guru terindikasi merugikan negara hingga Rp5,3 miliar. Selain diduga merugikan negara, kasus tersebut mempengaruhi proses pendidikan yang notabene untuk menentukan masa depan pembangunan generasi Papua. 

Penyidik dari Unit Tipikor Reskrim Polres Mimika telah memeriksa sekitar 20 lebih saksi. Indikasi korupsi dalam pembayaran dana insentif guru-guru di Kabupaten Mimika pada Desember 2015 terungkap setelah sejumlah guru menggelar aksi unjuk rasa di beberapa tempat di Kota Timika, yaitu di depan Bank Papua dan depan SMP Negeri 2 Mimika hingga bertemu dengan anggota DPRD Mimika. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment