BNNK Mimika Bentuk Agen Anti Narkoba di Lingkungan Pemkab

Bagikan ke Google Plus
Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Nakoba bersama instansi pemerintah
SAPA (TIMIKA) - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika membentuk agen khusus guna menanggulangi peredaran gelap dan penggunaan narkotika di lingkungan instansi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika. Tujuan utamanya dibentuknya agen anti narkoba ini untuk menciptakan lingkungan pemerintah yang bebas dari narkotika.

“Karena peredaran narkotika ini sudah dimana-mana, termasuk di lingkungan pemerintahan. Terbukti sudah ada PNS yang terlibat,” kata Kepala BNNK Mimika, Syarifuddin, SKM., M.Kes, usai membuka Rapat Kerja Program Pemberdayaan Masyarakat Anti Nakoba bersama instansi pemerintah di Graha Efata, Jalan C. Heatubun, Selasa (20/6).

Syarifuddin berharap, agen atau motivator anti narkoba bisa tumbuh di setiap kelompok masyarakat. Jika itu terjadi, para pengedar dan pengguna narkotika tidak akan merasa aman dan nyaman menjalankan aktivitasnya.

“Semua harus bergerak menyuarakan anti narkoba di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Program ini juga merupakan cara BNNK Mimika dalam men-siasati minimnya anggaran di satu sisi dan upaya serius dalam Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Kami target 30 peserta, dan nanti ada evaluasi pada peserta yang di undang ini. Apakah ada yang dilakukan dalam tugasnya sebagai pioner dan motivator di lingkungan kerjanya,” katanya.

Sementara Kepala Seksi Pemberantasan pada BNNK Mimika, Kompol Mursaling, SH., MH menambahkan, dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, sudah jelas dan diatur bagaimana peran masyarakat dalam mencegah dan memberantas peredaran gelap narkotika.

Masyarakat terutama di lingkup pemerintahan memiliki peran besar, namun terbatas hanya pada pencegahan dan pemberantasan. Penyelidikan dan penyidikan tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum.

“Masyarakat bisa melaporkan, atau kalau melihat ada transaksi, dia bisa melakukan penangkapan, setelah itu menyerahkan barang bukti dan pelakunya ke BNN atau kepolisian,” jelas Mursaling. (Markus  Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment