Bupati Diduga Pukul Staf Ahli DPRD, Mobil Dinas Bupati Dirusak Massa

Bagikan ke Google Plus
Mobil dina Bupati Eltinus Omaleng yang dirusak
SAPA (TIMIKA) - Mobil dinas Bupati Eltinus Omaleg,SE.,MH dengan nomor polisi DS 1 M dirusak massa di depan Rimba Papua Hotel (RPH) pada Minggu (11/6) malam sekitar pukul 20. 35 WIT. Kejadian ini diduga dipicu pemukulan yang dilakukan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, MH terhadap Staf Khusus DPRD Kabupaten Mimika, Wily Deikme.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, awalnya Gubernur Papua Lukas Enembe sedang berjalan dengan Wily Deikme di dalam hotel. Kemudian muncul dari belakang Bupati Eltinus Omaleng, kemudian memanggil Wily dan berjabat tangan. Setelah itu, diduga Eltinus langsung melakukan pemukulan terhadap Wily.

Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon SH.,SIK., MH.,MSi kepada mantan anggota DPRD dan massa di depan Rimba Papua Hotel mengatakan kasus ini diserahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

"Bagi masyarakat yang melihat secara langsung agar memberikan keterangan kepada penyidik untuk mengungkap kasus pemukulan tersebut," kata Kapolres.
Terkait dengan kendaraan yang dirusak massa, Kapolres mengatakan sangat prihatin dengan kejadian tersebut.

Kapolres mengimbau kepada massa dan mantan anggota  DPRD agar kembali ke rumah masing-masing dan nantinya kembali pada Senin (12/6) pagi pukul 7.00 WIT untuk pertemuan dengan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Kapolres berharap agar saling menghormati, karena semua mempunyai hak dan kewajiban, dimana mantan anggota DPRD mau bertemu gubernur,  sementara mau bertemu gubernur  harus ada kesepakatan waktu, tidak bisa mengikuti kemauan masing-masing pihak.

"Saya harapkan agar kejadian yang terjadi di RPH batas sampai di sini, tidak boleh dibawa keluar. Saya tidak mau terjadi konflik atau perang ,  jangan sampai ada provokasi, kalau ada informasi yang merugikan agar disampaikan kepada kepolisian atau ke Ketua DPRD Elminus Mom,"  kata Kapolres.

Kapolres menegaskan persoalan ini tidak boleh merugikan orang lain, keluarga dan anak anak.  Kapolres meminta agar tidak pihak yang membawa massa dan segalanya. Di Timika ada persoalan besar yang terjadi yaitu persoalan karyawan, untuk itu jangan sampai mencampuradukan persoalan yang terjadi.

"Kalau mau proses hukum, proses hukum perang itu tidak ada jawabannya. Kalau perang sama saja masyarakat dibodohi," kata Kapolres.

Sampai berita ini diturunkan, pihak keamanan masih melakukan pengamanan di RPH baik di dalam maupun di luar gedung.  Sementara mantan anggota DPRD dan massa hingga pukul 23. 30 WIT masih berada di depan RPH dan mengancam akan tetap ada sampai ada jawaban dari Gubernur Papua. (Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment