Bupati Mimika Ajak Masyarakat Jadikan Bulan Ramadhan Berpikir Postif

Bagikan ke Google Plus
Bupati Eltinus Omaleng dan Gubernur Lukas Enembe saat menghadiri buka bersama di Pendopo Rumah Negara 
SAPA (TIMIKA) – Bupati Kabupaten Mimika, Eltinus Omaleng, SE,MH ketika menyampaikan sambutannya buka puasa bersama Pemkab, TNI, Polri dan masyarakat, di halaman Rumah Negara, Jalan Cenderawasih, SP 3, Distrik Kuala Kencana, Minggu (11/6) mengajak masyarakat Mimika khususnya umat Muslim untuk menjadikan momen Bulan Suci Ramadhan untuk bepikir positif.

Hal tersebut diingatkannya sebab, belakangan sering terjadi fenomena negative yang diakibatkan oleh pengaruh dari luar, seperti ISIS di kawasan timur tengah yang menyebar ke seluruh dunia, ancaman terorisme, jaringan narkoba Internasional. 

Berkaitan dengan hal tersebut menurut Bupati Omaleng, di Indonesia pun bermunculan kelompok-kelompok dengan paham radikalisme, penyebaran berita Hoax yang mengadu domba, saling menghujat dan memfitnah di dunia media sosial (medsos).

“Ini tentunya sebagai ujian berat bagi kita semua selaku warga bangsa dan Negara Indonesia termasuk kita yang di Timika. Ini momen untuk kita semua kembali berpikir positif dalam menanggapi itu semua,”ujarnya.

Selain hal tersebut Bupati Omeleng mengakui, bukan hanya persoalan radikalisme yang harus dijadikan musuh kita bersama, namun tindakan atau prilaku korupsi di kalangan pejabat dan penyakit sosial harus ditentang secara bersama-sama.

“Kita tidak boleh habiskan energi positif kita untuk mengurusi hal-hal yang tidak penting. Mudah- mudahan bulan suci ini bisa menyadarkan kita semua,”ungkapnya.

Diakui Bupati Omaleng, pada rapat kerja daerah (Rakerda) seluruh Bupati/Walikota se Papua sudah bersama menandatangani pernyataan terhadap penentangan masuknya paham radikalisme di Papua. Dengan demikian, komitmen pemerintah akan menjadi kuat jika ada dukungan dari masyarakat.

Sementara itu Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengajak seluruh masyarakat Mimika khususnya Umat Muslim se Mimika, agar bisa menjadikan momen Bulan Suci Ramadhan sebagai perekat kebersamaan dan meningkatkan kerukunan antara sesama.

“ Umat Muslim di Indonesia hampir 90 persen, namun tingkat demokrasinya menjadi yang pertama di dunia. Tunjukan itu di Mimika dan jadikan sebagai pelopor kebersamaan antara sesama,”tuturnya.

Usai menyampaikan sambutannya bupati dan gubernur Lukas menyerahkan bantuan kepada kaum Duafa.

“Semoga bisa bisa dimanfaatkan demi kelangsungan hidup. Jangan lupa terus beribadah dan saling bersaudara,”ujar Bupati Eltinus ketika menyerahkan bantuan kepada perwakilan kaum Duafa. 

Sementara itu Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mimika, Ustad H. Muhammad Amin, Ar. S.Ag mengajak agar seluruh masyarakat Mimika, khususnya umat Muslim Mimika untuk menjadi pelopor pembawa perdamaian di Mimika. 

Menurut Amin, Ramadhan dan buka puasa bersama merupakan kesempatan untuk bersilaturahim, duduk bersama, menyambung tali persaudaran tanpa membedakan asal-usul, warna kulit, suku dan agama, sebab meski berbeda namun kita semua tetap bersatu dalam tubuh NKRI.

“Kita semua ini satu tujuan saja, cuma cara kita yang berbeda. Timika akan maju jika semua yang datang dari berbagai perbedaan ini bisa bersatu. Untuk umat Muslim jadikan momen ini untuk merubah pola pandang,”tutur Ustad Amin dalam tausyahnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment