Demo Bukan Solusi Terbaik

Bagikan Bagikan
Pdt. Timotius Dawir
SAPA (TIMIKA) - Ketua Majelis Daerah (MD) GPdI Provinsi Papua, Pdt. Timotius Dawir, STh meminta karyawan untuk segera menghentikan aksi mogok kerja dan demo yang dilakukan karena sejauh ini bukan menjadi solusi terbaik, bahkan telah merugikan diri karyawan sendiri.

“Sebagai hamba Tuhan, kami selalu mendoakan dan menginginkan yang terbaik bagi semua masyarakat di Papua, yaitu ada kedamaian, ketenangan, kenyamanan dan kesejahteraan bagi masyarakat, termasuk bagi daerah Mimika. Aksi mogok dan demo yang dilakukan sejauh ini bukan solusi terbaik, bahkan ribuan karyawan yang telah menjadi korban. Karena itu sebaiknya dihentikan,” kata Pdt Timotius kepada Salam Papua, Selasa (6/6).

Pdt. Timotius sedang melakukan kunjungan kerja ke Timika dan saat berada di Timika beliau melihat situasi yang kurang kondusif dan karena  itu sebagai Tokoh Agama, merasa penting untuk mengimbau apalagi di saat bulan puasa ini kita juga wajib saling menjaga dan menghormati satu sama lain.

Pdt Timotius juga mendukung pernyataan Pusat Pengendali Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua (P2MA-PTP) wilayah Mee-Pago dan Lapago Mimika, melalui Ketua Suku Umum, Anis Natkime yang dengan tegas meminta karyawan yang saat ini mogok kerja dan melakukan aksi demo agar stop mogok dan demo karena justru akan merugikan diri sendiri dan menyusahkan keluarga.

“Saya mendukung apa yang sudah disampaikan P2MA PTP sebelumnya. Apa pun permasalahan yang dihadapi karyawan, sepatutnya menjaga dan mensyukuri pekerjaannya sebagai karyawan Freeport. Ingat, banyak orang ingin bekerja di Freeport tapi tidak terwujud. Karena itu kembali bekerja jauh lebih baik dari melakukan aksi mogok dan demo, yang justru dapat menyusahkan diri sendiri dan keluarga,” ujat Pdt. Timotius.

Dikatakan, permasalahan apa pun yang dihadapi, kalau dibawakan dalam doa dan dirundingkan dengan baik dan sabar, pasti ada jalan keluar terbaik yang dicapai bagi kedua belah pihak. 

“Kehadiran PT Freeport di Papua telah membawa banyak dampak positif bagi masyarakat, karena itu operasional perusahaan ini harus dijaga dan tidak boleh terganggu, yang dapat merugikan masyarakat di Papua. Kehadiran PT Freeport ini harus kita dukung,” kata Pdt. Timotius. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

3 komentar:

  1. apresiasi buat Bapak Timotius seorang hamba Tuhan yang berani bersuara untuk kebenaran didalam firman Tuhan dalam ora et labora. sebagai umat kita patut bersyukur akan berkat yang telah Tuhan berikan.

    ReplyDelete
  2. Apakah pak Pendeta saat berkunjung ke Timika menyempatkan diri berkunjung ke sekertariat PC/PUK SPSI, untuk meminta penjelasan mengenai penyebab aksi MOKER yang sedang dilakukan ribuan karyawan Freeport, pripatisasi dan kontraktor?
    Sebaiknya dalam menilai suatu permasalahan seharusnya tidak hanya mendengar dari satu pihak saja.
    MOKER bukanlah tujuan utama tetapi langkah terakhir saat perundingan dengan kaum berduit sama sekali tidak mengindahkan masukan dari kaum tertindas, dalam konteks menuntut KEADILAN.
    Berdoa dan bertindak, itulah Ora et Labora.

    ReplyDelete
  3. Keadilan hanya ada di pengadilan

    ReplyDelete