Di Timika, Pelajar Tewas Tersengat Arus Listrik di Pohon Pinang

Bagikan ke Google Plus
Korban saat berada di Rumah Duka
SAPA (TIMIKA) - Seorang pelajar SMPN 11 Mimika bernama Nelson Songgonau, tewas tersengat kabel beralirkan arus listrik yang diduga sengaja dipasang pemiliknya pada pohon pinang. Atas kejadian ini keluarga korban menuntut ganti rugi senilai Rp10 miliar, jika tidak maka pihak korban siap perang.

Peristiwa ini terjadi di Jalan Mambesak Muara - Timika Indah, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (4/6) malam.

Atas peristiwa ini, sempat terjadi ketegangan dilokasi kejadian. Dimana pihak korban mendatangi TKP dan meminta pertanggungjawaban Hans Caroll Walli, karena dianggap sengaja memasang kabel bermuatan arus listrik, agar pohon pinang tidak dipanjat orang. Bahkan, pelaku sempat dianiaya dan disandera  pihak keluarga korban.

Beruntung, Polisi yang mendapatkan laporan peristiwa ini langsung mendatangi TKP, dan mengamankan  pemilik pohon pinang secara paksa dari penyanderaan yang dilakukan pihak korban. Selanjutnya membawanya ke RSUD Mimika untuk mendapatkan perawatan.

Koordinasi terus dilakukan antar masyarakat korban dengan perwakilan masyarakat  pelaku untuk mencari jalan keluar terkait tuntutan ganti rugi oleh pihak korban, yang mana tidak tanggung-tanggung keluarga korban menuntut ganti rugi kematian anak mereka Nelson Songgonau senilai Rp10 miliar.

Keluarga korban juga mengacam jika tuntutan itu tidak terpenuhi oleh pihak pelaku, maka masyarakat korban dengan masyarakat pelaku harus berperang secara adat untuk menyelesaikan masalah ini.

Hingga saat ini, koordinasi masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian bersama keluarga korban maupun tokoh masyarakat pelaku untuk mendapatkan solusi tepat agar permasalahan ini tidak meluas.

"Kami hadir disini untuk masyarakat, dan kami juga merasa berduka atas kejadian ini. Percayakan kepada pihak kepolisian untuk menyelesaikan masalah ini di Polres, kemudian kami undang tokoh-tokoh untuk menyelesaikan masalah," kata Ipda Paulus Randeratu saat menyampaikan niat Kepolisian dalam menangani masalah ini secara baik.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Victor D Mackbon melalui Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Dionisius Vox Dei Paron Helan mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Sudah ada beberapa orang saksi yang dimintai keterangan, kita beharap agar keluarga tetap tenang dan menyerahkan semua proses yang ada ke pihak kepolisian ,"tutur Dion.(Markus Rahalus)
Bagikan ke Google Plus

2 komentar:

  1. Tolong klo buat berita tuh orang2nya ditulis pake Inisial sj untuk menghindari hal2 yg tdk diinginkan..

    ReplyDelete
  2. 1nisial atau code ada cara terbaik dalam suatu berita kriminal..agar tidak terpancing isu oleh orang yang membaca atau pihak korban..mohon

    ReplyDelete