Dinas Terus Mendorong Pertumbuhan Sekolah Model

Bagikan Bagikan
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) - Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Kabupaten Mimika komitmen untuk terus mendorong pertumbuhan sekolah model untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Mimika. 

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Kurikulum Dispendasbud Mimika, Manto Ginting, saat ditemui awak media diruang kerjanya Kantor Sentra Pemerintahan, Senin (12/6). 

“Kemarin kami sudah lakukan pertemuan di propinsi untuk persiapan sekolah model dan K-13 (Kurikulum 2013),” kata Manto Ginting.

Sekolah model di Mimika untuk tingkat SMP sudah ada lebih dari lima, begitu pula pada Sekolah Dasar (SD) juga terdapat lima sekolah model yang sudah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Sekolah-sekolah model ini selalu di evaluasi, sehingga dinas menilai bahwa sudah ada penambahan peningkatan mutu yang dianggap bisa memenuhi delapan standar yakni isi, proses, SKL serta standar pendukung lainnya seperti sapras, tata kelola serta mutu pengajar juga lainnya.

“Untuk SMP yang sudah model itu SMP 11, SMP 1,  SMP V, SMP VI, SMP 11, Bernadus dan beberapa lagi. Untuk SD termasuk SDI Koperapoka 1, Mapurjaya dan juga ada beberapa lagi yang saya tidak hafal betul," tuturnya.

Dengan dibentuknya sekolah model, secara pasti akan mengarah pada delapan standar untuk pendidikan nasional, sehingga itu dianggap sudah memenuhi SOP pendidikan yang ditentukan. Sekolah model akan disesuaikan dengan lingkungan sekolah, dimana dinilai sisi yang harus dikembangkan. 

Sebagai contoh untuk didaerah bagian pantai, seharusnya untuk pemberdayaan perikanan dan hasil laut lainnya, sehingga tidak cocok untuk pertanian.

Tahun ajaran baru Dispendasbud akan melakukan pengkajian dan survei agar dapat mengetahui sekolah-sekolah mana yang harus didorong untuk memenuhi standar sebagai sekolah model.

"Tahun ini kita tidak bisa tentukan berapa banyak sekolah, tapi akan tetap dilakukan pengkajian. Tidak bisa kita tentukan secara semena-mena. Kalau misalnya ada sekolah yang sudah hampir memenuhi standar, maka akan kita dorong," ujarnya.

Jika dalam suatu sekolah ada yang kekurangan tenaga pengajar, maka itu akan ditambah, begitu juga dengan yang misalnya kekurangan laboratorium, maka itu akan dibenahi sesuai dengan kekurangan yang ada.

"Intinya supaya memenuhi delapan standar, supaya mutu pendidikan bagus. Kalau memang belum bisa memenuhi standar, maka tidak akan dipaksa namun akan secara perlahan dipenuhi," tuturnya. (Acik Nasma)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment