Disperindag Jual Mitan Murah Kepada Umat Muslim

Bagikan Bagikan
Operasi Pasar Disperindag Jual Mitan Murah
SAPA (TIMIKA) - Jelang Hari Raya Idul Fitri, 1438 Hijriah. Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika mendistribusi langsung tepat sasaran sebanyak 50.000 liter minyak tanah melalui program operasi pasar murah BBM minyak tanah.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan Disperindag, Laitam Gredenggo, saat ditemui di sela-sela  kegiatan distribusi di halaman Gedung Eme Neme Jauware,  Selasa (20/6) distribusi yang dilakukan saat ini merupakan gelombang terakhir untuk wilayah kota.

"Jatah untuk wilayah Kota Timika, sebanyak  dua tangki atau 10 ribu liter," katanya.

Sementara sebelumnya juga sudah dilakukan pendistribusian di beberapa wilayah di Mimika sejak Selasa pekan lalu, mulai dari Mapuru Jaya, Rabu di SP 1, kemudian SP 13, SP 5, SP 3, SP 2 dan terakhir pada hari ini di Eme Neme Jauware, dengan total keseluruhan mencapai 50 ribu liter. 

Laitam menjelaskan, program yang dilaksanakan ini merupakan program rutin Disperindag untuk setiap perayaan hari besar keagamaan khususnya Idul Fitri bagi umat Muslim dan Natal bagi umat Kristiani.

"Ini kita khususkan untuk saudara-saudara kita yang muslim tetapi kalau memang masih ada sisa kita juga berikan kepada masyarakat umum," katanya.
Lanjut dia, jatah untuk masing-masing rumah tangga sebanyak 20 liter. Sementara itu harga mitan yang dipatok untuk satu liter minyak tanah ini sesuai dengan harga eceran terendah (HET) yakni Rp 3.500,-. Selain itu, program tersebut sangat membantu masyarakat khususunya dalam hal ketersediaan bahan bakar minyak tanah jelang idul Fitri, terbukti dengan tingginya antusias masyarakat.

"Kami lihat masyarakat sangat antusias," tandasnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang  dikonfirmasi wartawan di Eme Neme Jauware mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya Disperindag karena selama ini warga cukup kesulitan dengan minyak tanah.

Murni (38) warga Jaan Hasanuddin misalnya, mengakui susahnya mendapatkan mitan dengan kondisi saat ini, pasalnya minyak tanah selama ini dijual dengan harga eceran di kalangan pedagang cukup mahal, mencapai Rp 40 ribu per lima liter ata sekitar Rp 5000 per liter. Apalagi warga yang tidak memiliki kartu antrian tidak bisa antri di pangkalan.

"Kalaupun kita antre di pangkalan biasanya diistilahkan antre bebas sehingga harga yang kita harus bayar sesuai dengan harga eceran di jalan," keluh Murni.

Belum lagi lanjutnya, ia menduga minyak tanah yang dijual di pengecer ada campuran.

" Kita kalau pakai minyak di jalan-jalan, nanti sumbuh kompor cepat rusak, karena ada campuran katanya ada yang capur dengan air kelapa," cetusnya.

Untuk itu ia juga berharap ada pengawasan dari pemerintah terkait dengan informasi tersebut karena merugikan konsumen. (Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment