Disporapar Klaim Pendirian Hotel di Mimika Penuhi Ijin

Bagikan Bagikan
Mohammad Toha 
SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Mimika, Mohammad Toha mengklaim jika pendirian atau pembangunan Hotel dan tempat penginapan lainnya di Mimika sudah memenuhi standar perijinan. Hal tersebut dilihat dari pemenuhan surat ijin tempat usaha (SITU) dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP), dan perijinan yang lainnya.

Saat di wawancarai di ruang kerjanya, Rabu (7/6) Toha mengakui, salah satu hotel baru yang sedang dalam proses pembangunan dan telah memenuhi syarat pendirian adalah Hotel Horizon di Jalan Hassanudin.

"Legalitasnya itu kan dilihat dari pemenuhan kelengkapan seperti Situ, siup, ijin gangguan dan yang lainnya,"tuturnya.

Diakui untuk Hotel Horizon, pihaknya telah berkoordinasi bersama dengan Kantor Perijinan Terpadu Satu Pintu (KPTSP). Namun dikarenakan KPTSP belum sepenuhnya berfungsi, maka urusan tersebut masih ditangani Disporapar.

Ia menambahkan, selain Hotel, di Timika juga banyak tempat penginapan, seperti home stay dan yang sejenisnya menjadi usaha khusus yang layanan digandrungi pemilik modal, dan keseluruhannya dinilai memenuhi standar legalitas.

"Salah satu nilai memenuhi syarat itu, kalau pemilik usaha tersebut rutin atau taat untuk membayar pajaknya,"ungkapnya.

Ia mengatakan, memang banyak pengusaha yang mengalihfungsikan petakan yang biasanya dikontrakan perbulan menjadi sewahan per hari arau per malam. Nnamun hal itu pun adalah legal jika rutin membayar pajak dan syarat lainnya terpenuhi.

"Sebenarnya sewa per malam atau per hari itu sama saja dengan mengontrak per bulan atau kos-kosan, karena tetap dikenakan pajak,"tuturnya.

Kata Toha, rata-rata pertumbuhan Hotel di Timika selalu meningkat dalam setiap tahunnya, namun dirinya mengaku tidak mengetahui lebih jelas data jumlah hotel atau pun penginapan lainnya yang telah didata oleh bidang Pariwisata Disporapar.

Ia mengatakan, Timika merupakan daerah yang pembangunanannya sangat berkembang pesat, karena merupakan daerah persinggahan dari daerah tetangga seperti Asmat dan yang lainnya.

"Terlepas karena persiapan jelang PON 2020, memang timika ini merupakan daerah transit, sehingga sambil menunggu jadwal penerbangan, yang pasti para ramu harus menginap dahulu," ujarnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment