DPA 200 Miliar Dishubkominfo Fokus Selesaikan Program Lama

Bagikan Bagikan
Johanes Rettob
SAPA (TIMIKA) – Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang diterima Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Mimika, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017 sebesar Rp 200 Miliar, akan difokuskan untuk melanjutkan juga menyelesaikan program kerja lama. 

Kadishubkominfo Mimika, Johanes Rettob, S.Sos, MM ketika diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (21/6) mengakui dengan anggaran tersebut, pihaknya akan melanjutkan dan menuntaskan pekerjaan pengembangan di Bandara Mozes Kilangin, agar bisa mengimbangi program kerja yang dibangun dengan menggunakan APBN. Sehingga sebelum tahun 2019 semua fasilitas di Bandara Mozes Kilangin bisa diselesaikan.

“Soal besaran anggarannya itu sekitar 200 Miliar saja. Dari dana itu tentunya kita fokuskan semua pekerjaan yang selama ini belum diselesaikan seperti Bandara Mozes Kilangin dan yang lainnya. Yang jelas untuk perhubungan Laut, Udara dan Darat,”ungkap Johanes.

 Dijelaskan, diperkirakan dari dana yang disediakan dari APBD tersebut kemungkinan yang terbesar akan digunakan untuk pembenahan di Bandara Mozes Kilangin yang meliputi, penuntasan terminal, pembangunan Apron serta penyelesaian Hanggar. Menurut dia, selain pembenahan di Mozes Kilangin prioritas yang kedua adalah pembangunan pelabuhan rakyat (Pelra).

“Pembangunan Hanggar dan Apron itu kan salah satu tujuannya itu untuk PAD juga, kerena siapa yang punya pesawat dan masuk di situ sudah pasti akan dikenakan tariff,”tuturnya.

Ketiga, akan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang sudah dimulai atau dilaksanakan tahun lalu, namun belum dituntaskan secara 100 persen seperti, bandara-bandara di daerah pedalaman juga dengan target agar jika memasuki 2019 semua bandara di pedalaman sudah bisa difungsikan. Ke empat adalah pengerukan alur sungai sebagai lanjutan dan akan difokuskan pada dua titik yakni, di Poumako dan Atuka sebagai bantaran utama meski tidak bisa diselesaikan. Dirinya mengakui, dijalur seperti  di bantaran sungai Poumako dan Atuka tersebut ada bagian yang harus dikerjakan, dimana akan dimulai dari bagian yang dinilai cepat dikerjakan.

Selain hal tersebut diakuinya, masih banyak beberapa program kerja jalur darat yang harus terus ditingkatkan seperti, peningkatan keselamatan lalu lintas, pemasangan rambu, penertipan, pengawasan di semua bidang.

Dikatakan, dari sekian banyak program lanjutan tersebut tentunya bukan hal yang mudah dikerjakan dalam waktu yang sangat singkat yakni, enam bulan ke depan menjelang penutupan tahun anggaran.

“Sebetulnya tidak bisa dikatakan pekerjaan ini yang harus diprioritaskan namun keseluruhannya sangat perlu diselesaikan, sebab itu merupakan program yang telah dijalankan namun belum diselesaikan,”ungkapnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment