Full Day School Belum Bisa Diterapkan di Mimika

Bagikan ke Google Plus
Ilustrasi
SAPA (TIMIKA) – Politisi Partai Gerindra, Nurman S Karupukaro menilai bahwa, penerapan full day school ¬di Mimika bahkan di Papua belum bisa diterapkan. Alasannya, karena fasilitas pendidikan belum memadai.

“Fasilitas pendidikan ini kurang memadai, jadi harus dipertimbangkan lagi,”kata Nurman saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Mimika, Jalan Cenderawasih, Jumat (16/6).

Nurman mempertanyakan apakah penerapan full day school yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan sebuah solusi pendidikan ataukah justru menjadi masalah baru? Karena dengan metode ini, apakah anak-anak menjadi semakin pintar atau tambah baik dalam pendidikan. Sementara peran orang tua juga ini sangat penting bagi keberlangsungan pendidikan anak. Sehingga menurutnya penetapan full day shcool ini harus dipertimbangkan lagi, salah satu nya dengan pertimbangan fasilitas sekolah.

"Paling tidak ruang ber-AC, toilet sekolah, makan minumnya bagaimana dan sebagaianya," jelasnya.

Lanjut dia, sedangkan proses kegiatan belajar (KMB) yang selama ini berjalan sudah membuat anak-anak mumet di kelas. Apalagi jika ditambah hingga sore ini akan memberikan tekanan secara psikologis, dan bisa-bisa anak-anak tidak akan menerima pelajaran dengan baik. 

Belum lagi jika berbicara tentang kondisi di pedalaman. Dimana orang tua murid pada umumnya hidup dalam keterbatasan secara ekonomi, dan mereka harus mencari nafkah setiap hari untuk sekedar kebutuhan makan. Oleh karena itu, sebaiknya penerapan full day shcool ini harus disesuaikan dengan kondisi daerah.

"Disini jangan samakan dengan sekolah yang bermutu tinggi dengan fasilitas yang lengkap," katanya.

Karena itu jika ingin melaksanakan program tersebut, maka setiap sekolah harus menyiapkan kebutuhan primer sekolahnya. Sebab faktanya bahwa, di Papua ini banyak sarana dan prasarana sekolah tidak memadai.

"Saya sebagai orang tua menolak tegas apa yang dikeluarkan oleh Pemerintah," katanya.(Ricky Lodar)
Bagikan ke Google Plus

0 komentar:

Post a Comment