Gempa Guncang Area PT Freeport

Bagikan Bagikan

SAPA (TEMBAGAPURA) – Gempa bumi menguncang area pertambangan PT Freeport Indonesia, pada hari Selasa (13/6) sekitar pukul 09.30 WIT mengakibatkan pergeseran batuan alam (batuan samping) di area Panel 14, Drop Point 11, DMLZ UnderGround. 

Informasi yang diperoleh Salam Papua menyebutkan, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, hanya mengakibatkan salah satu karyawan PT Redpath Indonesia, Antonius Silambi, ID. 80011976, alamat Barak Temporari Rctu 310 Ridge Camp  mengalami gangguan kesehatan.

Keterangan yang diperoleh dari salah satu rekan korban bahwa saat kejadian korban yang bekerja di area tersebut sebagai helper pada alat jumbo drill sedang berada disamping kanan alat jumbo. Tiba tiba terjadi gempa yang mengakibatkan adanya tekanan batuan dari sisi samping terowongan tersebut dan keadaan menjadi gelap gulita, namun korban masih bisa berlari meninggalkan lokasi. 

Dijelaskan, korban menyampaikan bahwa tidak ada batuan yang mengenai korban dan korban hanya merasakan adanya tekanan  udara dari runtuhan batuan.

Kemudian sekitar pukul 10.30 WIT setelah korban berjalan meninggalkan lokasi kejadian, rekan korban langsung menghubungi emergency untuk mendapatkan pertolongan. Sekitar pukul 11.43 WIT, korban tiba di Ruang Emergency RS Tembagapura guna mendapatkan perawatan medis yang intensif. 

Pukul 13.15 WIT diperoleh info bahwa dari hasil pemeriksaan X Ray bahwa korban tidak mengalami gangguan patah tulang dan juga tidak mengalami luka terbuka.

Pukul 14.20 WIT diperoleh info lanjutan bahwa dikarenakan korban mengalami gangguan pernapasan (sesak napas) dan mengalami shock maka korban dirawat sementara di Rumah Sakit Tembagapura. Pukul 14.38 WIT korban dibawa dari ruang emergency menuju ruang bangsal rawat inap RS Tembagapura guna perawatan lanjut.

Informasi yang diperoleh bahwa hingga pukul 15.10 WIT, aktivitas di underground masih ditutup sementara waktu dan karyawan telah dievakuasi ke luar dari underground menunggu selesai dilakukan pemeriksaan oleh geotech.

VP Corporate Communication at PT Freeport Indonesia, Riza Pratama ketika dikonfirmasi via SMS hanya menjawab singkat, “Kami masih mengevaluasi kondisi dan insiden yang terjadi.” (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Keberuntungan alam telah memberikan tanda-tanda agar Freeport berhati-hati di masa depan. Freeport hanya akan menerima maksimal pajak 40-45% kumulasi dari pajak badan, pajak daerah, pajak tanah, pajak hutan dan lingkungan, pajak air dan royalti atausemua total pajak ditambah non pajak.

    Hal ini dikarenakan resiko-resiko semua ditanggung Freeport baik recovery, compensation lingkungan dan masyarakat dan keamanan oleh karena tidak semua dapat dipegang oleh lembaga atau instansi pemerintah yg bertanggung jawab jadi Freeport harus mengambil alih tanggung jawab itu.

    Thanks
    Presiden PTFI

    ReplyDelete